×
Banner Iklan

Pemkab Wajo Bentuk FKLPID 2026–2029, Dorong Link and Match Pelatihan dan Industri

9 Februari 2026 20:18 WIB
Penulis : Salman Alfarisi
Editor : Redaksi
Pemkab Wajo Bentuk FKLPID 2026–2029, Dorong Link and Match Pelatihan dan Industri i

WAJO – CELOTEH.ONLINE – Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Wajo resmi membentuk Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Kabupaten Wajo periode 2026–2029. Pembentukan forum ini berlangsung dalam rapat yang digelar di Aula Bappelitbangda Kabupaten Wajo, Senin (9/2/2026).

Pembentukan FKLPID menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Wajo melalui penguatan kolaborasi antara lembaga pelatihan, dunia usaha, dan dunia industri.

Kepala BPVP Bantaeng, Arsad, S.Ag., M.Pdi, dalam sambutannya menegaskan bahwa FKLPID merupakan wadah integratif yang menyatukan tiga pilar utama, yakni Lembaga Pelatihan Kerja (LPK/BLK), dunia industri, serta institusi keuangan.

“Pembentukan forum ini sangat strategis dalam rangka mengetaskan pengangguran, mengetaskan kemiskinan, serta membuka kesempatan kerja bagi para pencari kerja di Kabupaten Wajo,” ujar Arsad. Menurutnya, industri perlu berada dalam satu forum agar kebutuhan standar kompetensi tenaga kerja dapat dikomunikasikan secara jelas kepada lembaga pelatihan.

Bupati Wajo yang diwakili Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wajo, Zainal Hayat, menekankan bahwa pembangunan ketenagakerjaan tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral dan parsial.

“Pembangunan ketenagakerjaan harus dilakukan secara terukur dan berbasis kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, dan dunia industri,” tegas Sainal saat membuka rapat secara resmi. Ia berharap FKLPID mampu menghasilkan agenda kerja nyata, bukan sekadar forum seremonial.

Ketua BLK Wajo, Ahmad Adam, menjelaskan bahwa pembentukan FKLPID mengacu pada keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas. Forum ini bertujuan menciptakan kesesuaian atau link and match antara kompetensi lulusan pelatihan dengan kebutuhan riil dunia kerja.

“FKLPID diharapkan menjadi penghubung antara persediaan tenaga kerja terlatih dengan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat kemitraan lembaga pelatihan dengan dunia usaha,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Muh Nur terpilih secara musyawarah dan mufakat sebagai Ketua FKLPID Kabupaten Wajo periode 2026–2029. Usai terpilih, ia memaparkan rencana awal forum berupa penyusunan database kebutuhan tenaga kerja dari berbagai sektor industri.

“Kita akan mendata kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha dan industri. Data ini menjadi dasar bagi BLK untuk menyusun program pelatihan yang tepat sasaran,” ujar Muh Nur. Setelah pelatihan selesai, FKLPID akan berperan dalam pendistribusian tenaga kerja kompeten ke dunia usaha dan industri.

Selain sektor industri umum, dalam forum tersebut juga mengemuka usulan agar sektor HORECA (Hotel, Restoran, dan Café) masuk sebagai sektor prioritas dan wajib dalam pengembangan pelatihan serta kemitraan industri di Kabupaten Wajo.

Sektor HORECA dinilai sebagai sektor riil yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, UMKM, dan pariwisata, serta memiliki daya serap tenaga kerja lokal yang besar. Melalui sektor ini, nilai-nilai pelayanan, budaya kerja, disiplin, dan profesionalisme sumber daya manusia dapat dibangun sejak dini.

Forum juga mencatat adanya komitmen dari pelaku usaha untuk terlibat langsung dalam pengembangan sektor HORECA, baik melalui pelatihan, praktik industri, maupun kolaborasi dunia usaha, dengan harapan sektor jasa dapat menjadi penggerak utama ekosistem industri dan ekonomi lokal di Kabupaten Wajo.

Rapat pembentukan FKLPID dihadiri oleh perwakilan dunia usaha, dunia industri, lembaga keuangan,serta organisasi profesi.

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga