Waspada! Kebiasaan “Buruk” Saat Mudik Ini Ternyata Jadi Pemicu Utama GERD Kambuh
CELOTEH.ONLINE – Perjalanan mudik lebaran seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), terutama bagi mereka yang tetap menjalankan ibadah puasa.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Dr. dr. Hasan Maulahela, Sp.P.D, Subsp.G.E.H.(K), mengingatkan bahwa kebiasaan selama di perjalanan dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Menurutnya, kondisi GERD saat mudik sering kali dipicu oleh faktor-faktor teknis dan kebiasaan makan yang salah saat mengejar waktu perjalanan.
Faktor Pemicu di Perjalanan
Dr. Hasan menjelaskan bahwa durasi duduk yang terlalu lama di dalam kendaraan menjadi salah satu pemicu utama.
“Posisi duduk terlalu lama menyebabkan tekanan pada area perut, sehingga mendorong asam lambung naik,” ujarnya.
Selain posisi duduk, pola makan saat sahur dan berbuka di tengah perjalanan juga berpengaruh besar. Beberapa pemicu lainnya meliputi:
– Makan dan minum terburu-buru saat sahur atau berbuka.
– Mengonsumsi makanan pedas, berlemak, atau minuman berkafein secara berlebihan.
– Stres dan kelelahan fisik selama menempuh perjalanan jauh.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Umumnya, penderita akan merasakan sensasi perih atau panas terbakar di dada dan ulu hati (heartburn).
“Muncul rasa asam atau pahit di mulut (regurgitasi asam). Selain itu, penderitanya juga kerap merasakan mual dan muntah, begah, nyeri dada, bahkan gangguan pernapasan,” jelas Dr. Hasan.
Langkah Pertolongan Pertama
Jika gejala mulai terasa saat masih di atas kendaraan, Dr. Hasan menyarankan tiga langkah cepat untuk meredakan keluhan:
– Longgarkan Pakaian: Segera longgarkan ikat pinggang atau pakaian ketat untuk mengurangi tekanan pada perut.
– Atur Posisi Duduk: Duduklah dengan tegak, jangan membungkuk. Usahakan posisi kepala dan dada lebih tinggi dari perut.
– Teknik Pernapasan: Lakukan pernapasan dalam melalui hidung dan buang perlahan melalui mulut untuk merelaksasi otot saluran cerna.
Jika kondisi tidak membaik dan disertai nyeri ulu hati hebat, muntah, atau sesak napas, pasien disarankan tidak memaksakan diri.
“Segerakan berbuka dengan air hangat, bukan air dingin atau es batu, dan konsumsi obat jika perlu,” tambahnya.
Ia juga mengimbau pemudik untuk mencatat alamat rumah sakit di sepanjang jalur mudik sebagai antisipasi jika membutuhkan pertolongan medis darurat. (*)

















Komentar