Mendes: Kopdes Merah Putih dan BUMDes Disiapkan Saling Melengkapi Perkuat Ekonomi Desa
JAKARTA – CELOTEH.ONLINE – Pemerintah terus mendorong penguatan perekonomian desa melalui pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) yang terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Selain itu, pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Dilansir dari presidenri.go.id, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan Kementerian Desa terus berkoordinasi dengan 10 asosiasi desa yang menjadi mitra strategis dalam mengawal pelaksanaan program pemerintah di sektor pembangunan desa.
Menurut Yandri, sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan program Presiden yang masuk dalam Asta Cita, khususnya agenda pembangunan desa, dapat terlaksana secara optimal di seluruh Indonesia.
Salah satu fokus utamanya adalah pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta pengembangan desa tematik sesuai karakteristik masing-masing daerah.
Ia menjelaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih nantinya akan berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes dalam menyerap dan memasarkan hasil produksi masyarakat.
Dengan skema tersebut, koperasi tidak diposisikan sebagai pengganti BUMDes, melainkan sebagai mitra yang saling mendukung untuk memperkuat aktivitas ekonomi di desa.
Yandri menuturkan, Indonesia memiliki sekitar 75.266 desa dengan potensi yang beragam.
Karena itu, setiap koperasi akan menyesuaikan pola pengembangan usaha dengan potensi unggulan di wilayahnya agar hasil produksi masyarakat dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa.
Ia juga menyampaikan bahwa setelah seluruh koperasi beroperasi, pemerintah akan mengoptimalkan pemanfaatan potensi desa melalui kerja sama antara Kopdes/Kel Merah Putih dan BUMDes.
Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat bagi pemerintah desa.
“Nanti kalau sudah jalan, kami pasti akan maksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing,” kata Yandri, sebagaimana dikutip dari presidenri.go.id, Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan keterangan Yandri yang dimuat presidenri.go.id, sebanyak 20 persen keuntungan koperasi direncanakan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), sedangkan 80 persen sisanya akan kembali kepada masyarakat desa.
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah desa memiliki kepentingan untuk memastikan koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan.
Selain pengembangan koperasi, Yandri mengatakan program desa tematik yang telah dijalankan selama sekitar satu tahun mulai menunjukkan hasil.
Ia menyebut semakin banyak desa tematik melalui BUMDes yang berperan sebagai pemasok utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengembangan desa tematik akan disesuaikan dengan potensi ekonomi masing-masing wilayah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga perkebunan, seperti desa jagung, desa padi, desa ikan nila, desa ikan lele, dan desa kakao.
Dalam skema tersebut, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tetap akan menjalankan fungsi sebagai offtaker bersama BUMDes untuk mendukung pemasaran hasil produksi masyarakat desa. (*)


















Komentar