Guru Sampaikan Aspirasi ke DPRD Wajo Terkait Perubahan Status Dapodik dan Penghentian Sertifikasi
WAJO – CELOTEH.ONLINE – Sejumlah guru di Kabupaten Wajo menyampaikan aspirasi kepada DPRD Wajo terkait perubahan status mereka di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari guru menjadi tenaga kependidikan (tendik), yang menurut mereka berdampak pada terhentinya penerimaan tunjangan sertifikasi.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan di Ruang Aspirasi DPRD Wajo, Jumat (10/7/2026), dan diterima oleh Anggota DPRD Wajo, Amran.
Dalam penyampaiannya, para guru menjelaskan bahwa mereka merupakan peserta PPPK Paruh Waktu Tahap II Tahun 2025.
Mereka mengaku mendaftar pada formasi Operator Layanan Operasional karena saat itu tidak tersedia formasi guru.
Perwakilan guru, Wasiastuti, mengatakan setelah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan memperoleh Nomor Registrasi Guru (NRG), mereka sempat menerima tunjangan sertifikasi selama beberapa bulan.
Namun, menurutnya, pembayaran tunjangan tersebut kemudian berhenti setelah status mereka di Dapodik berubah menjadi tenaga kependidikan.
“Kami berharap data di Dapodik dapat kembali menjadi guru sehingga kami bisa memperoleh kembali hak sertifikasi,” kata Wasiastuti.
Perwakilan guru lainnya, Siti Fatimah, menyampaikan bahwa hingga kini mereka masih menjalankan tugas mengajar di sekolah masing-masing.
Karena itu, mereka berharap ada solusi atas persoalan yang mereka hadapi.
Dalam forum tersebut, para guru juga meminta DPRD memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Menanggapi aspirasi itu, Anggota DPRD Wajo, Amran, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan menghadirkan instansi terkait serta perwakilan guru.
Menurut Amran, DPRD akan mengumpulkan informasi dan meminta penjelasan dari seluruh pihak terkait agar persoalan tersebut dapat dibahas secara komprehensif.
“Kami akan menindaklanjuti melalui RDPU dengan menghadirkan seluruh pihak terkait agar persoalan ini mendapatkan penjelasan dan solusi,” ujar Amran.
Dalam forum itu, DPRD juga meminta para guru menginventarisasi rekan-rekan yang mengalami persoalan serupa sebagai bahan pembahasan pada rapat selanjutnya. (*)

















Komentar