IGI Wajo Perkuat Kolaborasi Pendidikan Menuju Wajo Merdeka,
WAJO — CELOTEH.ONLINE – Pengurus Daerah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Wajo periode 2025–2030 resmi dilantik di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Kamis, 14 Mei 2026.
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan rapat kerja daerah dan seminar pendidikan bertema “Membangun Kualitas Profesionalisme Guru Menuju Wajo Merdeka”. Kegiatan itu dihadiri pengurus pusat dan wilayah IGI, guru, serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Wajo.
Pelantikan dilakukan sebagai langkah awal memperkuat organisasi profesi guru di daerah sekaligus menjawab berbagai tantangan pendidikan, mulai dari peningkatan literasi dan numerasi, persoalan anak tidak sekolah, pemanfaatan teknologi pendidikan, hingga perlindungan guru. Pengurus baru IGI Wajo diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Ketua Pengurus Daerah IGI Kabupaten Wajo dalam sambutannya mengatakan pelantikan tersebut menjadi awal perjalanan baru organisasi dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang. Menurutnya, perubahan zaman menuntut guru untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik.
“Hari ini merupakan jejak awal dari sebuah perjalanan organisasi. Situasi pendidikan terus berubah sehingga membutuhkan guru yang adaptif,” ujarnya dalam sambutan pelantikan.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama kepengurusan ke depan adalah percepatan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di bidang literasi dan numerasi. Hal itu dinilai menjadi tanggung jawab bersama guru dan organisasi profesi dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
Selain itu, IGI Wajo juga menyoroti persoalan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Wajo yang jumlahnya disebut mencapai lebih dari 10 ribu anak.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dipandang sebagai sekadar data statistik, melainkan kondisi nyata yang membutuhkan perhatian bersama.
“Ada lebih dari 10 ribu anak tidak sekolah. Ini bukan hanya data statis dan jumlah itu tidak sedikit,” katanya.
Ia menambahkan, IGI Wajo akan berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu mengatasi persoalan tersebut. Organisasi profesi guru itu juga berkomitmen mendorong pemanfaatan teknologi pendidikan sebagai bagian dari ciri peradaban modern yang harus direspons secara positif oleh dunia pendidikan.
Pengurus IGI Wajo juga menaruh perhatian pada isu perlindungan dan kesejahteraan guru. Dalam sambutannya, ketua pengurus daerah menyinggung masih adanya kasus kriminalisasi terhadap guru yang memicu lahirnya dorongan pembentukan regulasi perlindungan guru di sejumlah daerah.
“Sedikit-sedikit guru dilaporkan dan dipolisikan. Karena itu perlindungan guru menjadi penting,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa organisasi profesi tidak dapat berjalan sendiri dalam menyelesaikan persoalan pendidikan.
Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian agama, serta pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi kunci dalam membangun pendidikan yang lebih baik.
“Mari jadikan Ikatan Guru Indonesia rumah inovasi, mari bersinergi, mari berdaya, dan mari memberi inspirasi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia, Abdul Wahid yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus daerah yang baru dilantik. Ia mengatakan tantangan dunia pendidikan saat ini semakin besar sehingga membutuhkan kerja sama antara pengurus pusat hingga daerah.
“Tugas dan tantangan kita besar di era sekarang ini. Karena itu kita perlu sama-sama berjuang mulai dari pusat hingga daerah,” ujar Abdul Wahid.
Ia menilai IGI Kabupaten Wajo memiliki peluang besar untuk berkembang melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Agama Kabupaten Wajo. Menurut dia, peningkatan profesionalisme guru tetap menjadi fokus utama organisasi sejak pertama kali didirikan.
Abdul Wahid juga menjelaskan bahwa IGI terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya guru melalui berbagai program pelatihan dan kerja sama pendidikan. Pengurus pusat, kata dia, akan terus mendampingi pengurus daerah agar mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi guru.
Secara tidak langsung, ia menegaskan pentingnya organisasi profesi sebagai ruang bersama bagi guru untuk saling mendukung dan meningkatkan kompetensi. Ia juga mengingatkan agar guru tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan profesi dan perkembangan pendidikan.
Kegiatan pelantikan dan rapat kerja tersebut diakhiri dengan seminar pendidikan yang membahas penguatan profesionalisme guru menuju “Wajo Merdeka”. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan antusias dan berharap kepengurusan baru IGI Wajo mampu menghadirkan program yang konkret bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Wajo.
Melalui kepengurusan baru periode 2025–2030, IGI Wajo diharapkan dapat memperkuat sinergi antarpendidik, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Organisasi itu juga diharapkan mampu melahirkan inovasi yang mendorong peningkatan mutu guru sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Wajo.(Irwan)

















Komentar