FGMN BP, PPPSI, dan AGBPI Sambut Baik Instruksi Presiden soal Perluasan Pembelajaran Bahasa Prancis
Liputan Abdul Wahab Dai
JAKARTA- CELOTEH.ONLINE -Tiga organisasi profesi pengajar bahasa Prancis di Indonesia menyambut baik instruksi Presiden Prabowo Subianto soal perluasan pembelajaran bahasa Prancis di berbagai tingkatan sekolah di dalam negeri.
Ketua Forum Guru Madrasah Nasional (FGMN) Bahasa Prancis Indonesia Saifuddin, S.Pd. dalam wawancara per telepon dengan media ini (Minggu, 31/05/2026) mengatakan bahwa FGMN Bahasa Prancis inline (sebarisan-Red) dengan pernyataan Presiden Prabowo yang akan menguatkan pembelajaran Bahasa Prancis di sekolah sebagai upaya membekali murid untuk dapat berkompetisi di era global.
“Bahasa Prancis banyak digunakan di negara-negara di dunia, tentu akan menjadi nilai plus jika murid Indonesia juga menguasai bahasa Prancis dengan baik,” ujar Ketua FGMN Bahasa Prancis Periode 2026-2027 ini.
“Hal ini mengharuskan para guru khususnya guru bahasa Prancis bersiap untuk meningkatkan kompetensi pedagogik agar pembelajaran Bahasa Prancis lebih efektif dan efisien seperti yang dikehendaki Bapak Presiden.”
Menurutnya guru-guru Bahasa Prancis dan murid harus bersinergi agar upaya meningkatkan kualitas penguasaan dan kemampuan bahasa Prancis terus meningkat. Demikian Saifuddin berbicara dari Kudus, Jawa Tengah.
Dari Yogyajarta Herman, S.Pd., M.Pd. –yang merupakan dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)– dalam posisinya sebagai Presiden Perhimpunan Pengajar Prancis Seluruh Indonesia PPPSI atau APFI (Association des professeurs de français d’Indonésie) mengapresiasi dan menyambut baik perhatian pemerintah terhadap perlunya belajar bahasa Prancis.
“PPPSI memandang ini sebagai sikap resmi pemerintah yang menilai bahwa bahasa Prancis memiliki nilai strategis dalam diplomasi, pendidikan, sains, teknologi, pertahanan, ekonomi kreatif, dan hubungan internasional Indonesia dengan negara-negara frankofon,” ujar Herman (Minggu, 31/05/2026).
Saat ini, katanya, jumlah guru Bahasa Prancis masih relatif terbatas dan persebarannya belum merata di berbagai daerah. Selain itu, program studi Pendidikan Bahasa Prancis di perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar mampu menghasilkan tenaga pendidik yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Ketua Asosiasi Guru Bahasa Prancis Indonesia (AGBPI) Riyantiarni, S.Pd. berbicara dari Yogyakarta saat dikonfirmasi media ini Minggu pagi (31/05/2026) menyambut baik wacana penerapan mata pelajaran Bahasa Prancis di sekolah-sekolah dalam negeri Indonesia.
Selama ini, katanya, pengajaran bahasa Prancis memang sudah masuk dalam kurikulum khususnya untuk jenjang SMA, SMK, dan MA/Sederajat sebagai mata pelajaran pilihan.
Untuk memulai suatu kebijakan baru ini maka Pemerintah juga harus siap dengan menyiapkan SDM dengan membuka formasi Guru Bahasa Prancis pada perekrutan CPNS dan CPPPK. “Hal ini dapat menyerap potensi tenaga kerja lulusan Pendidikan Bahasa Prancis dari berbagai universitas yang selama ini menyelenggarakan prodi ini.”
Foto: Arsip


















Komentar