Kelangkaan LPG 3 Kg di Wajo, Wakil Ketua DPRD Sulsel Langsung Hubungi Pertamina
WAJO – CELOTEH.ONLINE – Keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Wajo mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan.
Menyikapi laporan kelangkaan yang disertai kenaikan harga di sejumlah wilayah, ia langsung berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong langkah cepat dalam mengatasi persoalan tersebut.
Dalam komunikasi melalui sambungan telepon pada Sabtu (18/7/2026), Wakil Ketua DPRD Sulsel, Sufriadi Arif, menyampaikan bahwa kelangkaan LPG 3 kilogram telah menjadi keluhan masyarakat di kampung halamannya.
Ia meminta Pertamina segera melakukan pemantauan terhadap distribusi LPG subsidi agar penyebab kelangkaan dapat diketahui.
Selain menyoroti distribusi LPG, ia juga meminta perhatian terhadap antrean pengisian BBM yang disebut turut dikeluhkan masyarakat.
Pihak Pertamina merespons dengan menyatakan akan melakukan koordinasi dan penelusuran lebih lanjut terhadap kondisi di lapangan.
Dalam percakapan tersebut, Sufriadi Arif juga mengungkapkan informasi yang diterimanya mengenai dugaan adanya distribusi LPG 3 kilogram ke luar daerah.
Menurutnya, dugaan tersebut perlu ditelusuri karena data penyaluran dari agen kepada pangkalan maupun penerima dapat ditelusuri.
“Kalau temuan saya agak berbeda. Informasi yang saya temukan ini banyak ke luar daerah. Tinggal kita datang ke agen, minta data distributornya ke mana saja distribusinya, kan sudah ada datanya,” ujarnya dalam komunikasi tersebut.
Sementara itu, berdasarkan hasil monitoring yang dihimpun, Pertamina menyatakan penyaluran LPG 3 kilogram di Kabupaten Wajo rata-rata mencapai 18.591 tabung per hari.
Jumlah tersebut dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, Pertamina mengidentifikasi adanya peningkatan konsumsi LPG subsidi dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu faktor yang disebut memengaruhi adalah meningkatnya penggunaan LPG 3 kilogram oleh sektor pertanian, khususnya sebagai bahan bakar pompa irigasi.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, Pertamina menyatakan terus melakukan pemantauan intensif, penyesuaian distribusi, serta penguatan pasokan di wilayah-wilayah yang mengalami peningkatan permintaan.
Selain itu, Pertamina menyebut telah memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, agen, pangkalan, serta aparat penegak hukum untuk mengawasi distribusi LPG subsidi agar tepat sasaran dan mencegah kemungkinan terjadinya penyimpangan.
Di sisi lain, warga di Kabupaten Wajo mengaku masih mengalami kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram.
Bahkan, berdasarkan laporan yang diterima, harga tabung gas subsidi di sejumlah lokasi dikabarkan mencapai sekitar Rp45 ribu per tabung.
Informasi mengenai harga tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.

















Komentar