Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidrap Luncurkan Enam Inovasi Daerah, Hasil Aktualisasi Latsar CPNS 2025
SIDRAP – CELOTEH.ONLINE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) meluncurkan enam inovasi daerah yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola administrasi, serta pengelolaan data pendidikan yang lebih efektif, efisien, dan berbasis teknologi digital.
Keenam inovasi tersebut merupakan hasil aktualisasi peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sidrap bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan.
Inovasi pertama adalah DIGDAYA (Digitalisasi Data PAUD dan PNF Berdaya Guna) yang diinisiasi oleh Rasmita Arsyad, S.Pd. Inovasi ini hadir sebagai solusi untuk mewujudkan sistem basis data terpadu atau “single source of truth” yang mengintegrasikan seluruh data satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) dari berbagai seksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidenreng Rappang.
Melalui DIGDAYA, diharapkan tidak lagi terjadi duplikasi maupun ketidaksinkronan data sehingga proses pengambilan kebijakan dapat dilakukan secara lebih akurat dan terukur.
Inovasi kedua yaitu PESONA (Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Edukatif Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal) yang diinisiasi oleh Dian Mulyani, S.Pd. Inovasi ini bertujuan mentransformasikan penyampaian informasi kepada masyarakat melalui media sosial yang lebih mudah dijangkau.
Selain itu, PESONA juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi dan interaksi masyarakat, mendorong efisiensi dan inovasi layanan publik, serta memperkuat literasi digital di bidang pendidikan.
Selanjutnya, inovasi ketiga yakni SEJARING (Sosialisasi Pengajuan SKMT Secara Daring) yang diinisiasi oleh Irfan S., S.Mat. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi, khususnya dalam proses pengajuan Surat Keterangan Melaksanakan Tugas (SKMT) yang menjadi salah satu persyaratan penerbitan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
Dengan sistem daring, proses pengajuan menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan bagi guru maupun tenaga kependidikan.
Adapun inovasi keempat bernama SILABUS (Efisiensi Laporan Bulanan Sekolah) yang diinisiasi oleh Gustiana, S.E. Inovasi ini bertujuan mewujudkan sistem pelaporan bulanan sekolah yang lebih efektif, efisien, dan terstandar.
Melalui SILABUS, laporan sekolah dapat disampaikan dengan lebih cepat dan tepat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik, meminimalkan keterlambatan pengumpulan laporan, serta meningkatkan kualitas data yang disampaikan oleh satuan pendidikan.
Sementara itu, inovasi kelima adalah SIPAKADATA (Siap Pakai Data) Sarpras SMART (Sistem Mudah Akses dan Real-Time Terintegrasi) yang diinisiasi oleh Hendra Karya YN, S.Kom. Inovasi ini bertujuan mewujudkan sistem pengelolaan data sarana dan prasarana pendidikan yang terintegrasi, mutakhir, dan mudah diakses.
Dengan tersedianya data yang akurat dan “real-time”, perencanaan pembangunan pendidikan di Kabupaten Sidrap diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berbasis data.
Inovasi keenam yang turut diluncurkan yakni Sipindai QR Code (Sistem Pintar Data Inventaris Berbasis QR Code) yang diinisiasi oleh Andi Risky Justi, A.Md.A.B. dan Satriyani Saharuddin, A.Md.A.B.
Inovasi ini bertujuan mewujudkan sistem inventarisasi Barang Milik Daerah (BMD) yang akuntabel dan transparan melalui pemanfaatan teknologi QR Code di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap. Targetnya, 100 persen data aset kantor dapat tercatat secara digital dan diakses secara “real-time” sehingga pengelolaan aset menjadi lebih tertib dan efisien.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap, H. Sirajuddin, A.SP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas lahirnya enam inovasi tersebut. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan tidak hanya menjadi bagian dari proses aktualisasi peserta Latsar CPNS, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
“Inovasi ini merupakan kelanjutan dari inovasi yang lahir melalui pelaksanaan aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS. Kami berharap seluruh inovasi yang telah dikembangkan dapat terus berkelanjutan, disempurnakan, dan memberikan dampak positif bagi organisasi, guru, tenaga kependidikan, maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Dengan peluncuran enam inovasi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. (*)














Komentar