×
Banner Iklan

KNKT Masih Kumpulkan Data Awal Terkait Pesawat ATR 400 yang Hilang di Maros

18 Januari 2026 08:19 WIB
Penulis : dwikiluckiantoseptiawan
Editor : Salman Alfarisi
KNKT Masih Kumpulkan Data Awal Terkait Pesawat ATR 400 yang Hilang di Maros i

Makassar, Celoteh.Online – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan saat ini masih berada pada tahap awal pengumpulan data terkait pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di kawasan pegunungan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

KNKT memastikan fokus utama sementara ini adalah mendukung penuh operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang tengah dilakukan oleh tim gabungan.

Baca Juga : Polisi Pastikan Kesiapan DVI Jika Korban Pesawat ATR 400 Ditemukan

Ketua KNKT Suryanto menyampaikan, hingga Sabtu malam, pihaknya belum dapat menarik kesimpulan apa pun terkait penyebab insiden, termasuk kemungkinan faktor cuaca maupun kondisi teknis pesawat.

Menurutnya, seluruh energi saat ini diarahkan untuk membantu menemukan titik jatuh pesawat dan memastikan operasi kemanusiaan berjalan optimal. Sabtu (17/1)

“KNKT saat ini masih mengumpulkan data. Fokus kami adalah membantu Basarnas dalam menemukan lokasi pesawat. Analisis teknis akan dilakukan setelah operasi SAR selesai,” ujar Suryanto dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, Jalan Bandara Baru Internasional Sultan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.

Suryanto menegaskan, sesuai prosedur penanganan kecelakaan transportasi udara, KNKT baru akan mengambil alih tahapan investigasi secara penuh setelah fase pencarian dan evakuasi korban dinyatakan rampung.

Oleh karena itu, hingga kini pihaknya belum melakukan penilaian terkait kemungkinan pesawat menabrak tebing, kehilangan kendali, atau faktor lainnya.

Informasi awal yang diterima KNKT sejauh ini masih terbatas pada temuan sejumlah serpihan dan kertas yang ditemukan oleh seorang pendaki di sekitar Gunung Bulu Saraung.

Temuan tersebut telah diamankan oleh aparat setempat dan masih dalam proses verifikasi untuk memastikan apakah benar berasal dari pesawat yang dilaporkan hilang kontak.

“Kami belum bisa memastikan apakah itu bagian dari pesawat atau bukan. Bukti yang ada masih sangat awal,” kata Suryanto.

KNKT juga menyoroti keberadaan perangkat Emergency Locator Transmitter (ELT) yang seharusnya terpasang pada pesawat.

Namun, menurut Suryanto, dalam sejumlah kasus kecelakaan udara di wilayah pegunungan, ELT tidak selalu dapat memancarkan sinyal apabila pesawat mengalami benturan keras.

“Pesawat memiliki ELT, tetapi apabila terjadi tabrakan dengan gunung, perangkat tersebut bisa saja rusak sehingga tidak memancarkan sinyal,” jelasnya.

Terkait kemungkinan ditemukannya kotak hitam atau black box, KNKT menyatakan telah melakukan koordinasi awal dengan seluruh unsur terkait.

Apabila perangkat tersebut ditemukan di lapangan, KNKT berharap dapat segera diamankan guna mendukung proses investigasi di tahap berikutnya.

“Kami sudah briefing dengan Pangdam dan tim. Jika black box ditemukan, itu akan sangat penting untuk proses investigasi nantinya,” ujarnya.

Sementara itu, operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya.

Pencarian dilakukan melalui jalur darat maupun udara, meskipun hingga kini terkendala kondisi cuaca yang berawan dan medan yang cukup ekstrem.

KNKT memastikan akan terus berada di Makassar selama proses pencarian berlangsung dan siap melakukan langkah lanjutan sesuai dengan perkembangan di lapangan.

Baca Juga : Pendaki Temukan Serpihan di Bulu Saraung, Aparat Lakukan Verifikasi Terkait Pesawat Hilang Kontak

Suryanto menekankan, prioritas utama seluruh pihak saat ini adalah menemukan lokasi pesawat serta memastikan penanganan korban dilakukan secara maksimal.

“Keselamatan dan kemanusiaan adalah yang utama. Investigasi akan menyusul setelah itu,” pungkasnya.

Kontributor : Dwiki Luckinto Septiawan

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga