×
Banner Iklan

Di Balik Senyum Malu Calon Pengantin Bimbingan Perkawinan KUA Sabbangparu: Siapa yang Pertama Jatuh Cinta?

6 Juni 2026 18:09 WIB
Editor : Salman Alfarisi
Di Balik Senyum Malu Calon Pengantin Bimbingan Perkawinan KUA Sabbangparu: Siapa yang Pertama Jatuh Cinta? i

WAJO – CELOTEH.ONLINE – Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) yang dilaksanakan di KUA Kecamatan Sabbangparu tidak hanya menjadi wadah pembekalan bagi calon pengantin, tetapi juga menghadirkan suasana hangat, penuh edukasi, dan sesekali diselingi gelak tawa.

Salah satu pertanyaan yang selalu menarik perhatian para calon pengantin (catin) adalah:

“Siapa yang pertama mengatakan cinta?”

Pertanyaan sederhana ini sering membuat para peserta saling berpandangan dan tersenyum malu.

Menariknya, hampir di setiap pelaksanaan Binwin, sekitar 99 persen pasangan calon pengantin mengakui bahwa pihak laki-lakilah yang pertama kali mengungkapkan cinta kepada pasangannya.

Namun, setelah jawaban itu muncul, para pemateri kembali melontarkan pertanyaan yang lebih mendalam:

“Kalau yang pertama mengatakan cinta adalah laki-laki, lalu siapa yang pertama jatuh cinta?”

Pertanyaan tersebut sering kali membuat suasana semakin hidup.

Tidak sedikit peserta yang terdiam sejenak, tersenyum, bahkan saling menunjuk pasangannya.

Dari sinilah para calon pengantin diajak memahami bahwa dalam kehidupan rumah tangga, cinta tidak hanya diukur dari siapa yang pertama mengucapkannya, tetapi bagaimana cinta itu dijaga dan dipelihara setelah akad nikah.

Binwin Rutin Setiap Selasa dan Kamis Program Bimbingan Perkawinan di KUA Kecamatan Sabbangparu dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Kamis, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki bekal yang cukup dalam membangun keluarga yang harmonis, berkualitas, dan berketahanan.
Dalam kegiatan ini, para calon pengantin mendapatkan materi mengenai: membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, pengelolaan ekonomi keluarga, komunikasi dan penyelesaian konflik rumah tangga, ketahanan keluarga menghadapi problem sosial, pendidikan dan pengasuhan anak, kesehatan keluarga dan reproduksi, dan penguatan nilai-nilai keagamaan dalam rumah tangga.

Pelaksanaan Binwin KUA Sabbangparu dimotori oleh Kepala KUA Kecamatan Sabbangparu Muh. Sakri Nur, S.Ag., M.Si, bersama para penyuluh agama Islam yang secara aktif memberikan pembinaan dan pendampingan kepada calon pengantin.

Adapun tim penyuluh yang terlibat dalam kegiatan tersebut adala.Baharuddin Mustafa, S.Ag., Syamsuddin, S.Ag., Ridwan, S.Ag., Tahang, S.Ag., Drs. Mursalin, Musriadi, S.HI., Supriadi, S.Pd.I., Musliadi, S.Pd.I., Jusriadi, S.Pd.I., Kamaruddin, S.HI., Nursiah, S.Ag., dan Sulaeman Nyampa, S.Fil.I.

Kehadiran para penyuluh agama Islam ini menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada calon pengantin agar tidak hanya siap secara administratif untuk menikah, tetapi juga siap secara mental, spiritual, sosial, dan ekonomi.

Menjaga Cinta Setelah Akad

Menurut para pemateri Binwin, yang paling penting bukanlah mencari siapa yang pertama jatuh cinta atau siapa yang pertama mengatakan cinta.

Yang lebih utama adalah bagaimana pasangan mampu menjaga cinta tersebut setelah memasuki kehidupan rumah tangga.

“Cinta mungkin menjadi alasan seseorang memilih pasangan. Namun, keluarga yang sakinah lahir dari komitmen, tanggung jawab, kesabaran, komunikasi yang baik, serta keteguhan iman dalam menjalani kehidupan bersama,” ungkap salah seorang pemateri Binwin.

Melalui kegiatan Binwin yang dilaksanakan secara berkelanjutan, KUA Kecamatan Sabbangparu berharap setiap pasangan yang melangsungkan pernikahan dapat menjadi keluarga yang kuat, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan bijaksana.

Pada akhirnya, mungkin tidak semua pasangan dapat memastikan siapa yang pertama jatuh cinta.

Namun yang terpenting adalah keduanya sepakat untuk terus saling mencintai, saling menguatkan, dan berjalan bersama dalam ikatan suci pernikahan menuju keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. (*)

Sulaeman Nyampa, S.Fil.I.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sabbangparu

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga