Banner Iklan

BPVP Bantaeng Apresiasi Sinergi Pelatihan Vokasi dan Dunia Kerja di Wajo

20 Oktober 2026 16:45 WIB
Penulis : Salman Alfarisi
Editor : Redaksi
BPVP Bantaeng Apresiasi Sinergi Pelatihan Vokasi dan Dunia Kerja di Wajo i

WAJO – CELOTEH.ONLINE – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng mengapresiasi pelaksanaan program pelatihan vokasi di Kabupaten Wajo yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala BPVP Bantaeng, Arsad, saat menghadiri Orientasi Pelatihan Vokasi Nasional Kementerian Ketenagakerjaan RI bersama Pemerintah Kabupaten Wajo di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Selasa (20/10/2026).

Dalam sambutannya, Arsad menegaskan bahwa pelatihan vokasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan peserta, tetapi juga perlu membuka peluang penempatan kerja dan mendorong tumbuhnya wirausaha mandiri.

“Tujuan utama program pelatihan vokasi nasional ini adalah program pelatihan ini kita laksanakan untuk berbasis penempatan di industri dan yang kedua adalah berwirausaha mandiri,” kata Arsad.

Ia mengapresiasi keterlibatan Pemerintah Kabupaten Wajo dan BLK Wajo dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, perusahaan, dan perbankan diperlukan agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat memberikan manfaat setelah pelatihan selesai.

Arsad juga menyoroti pentingnya peran Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Kerja Industri dalam mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja.

“Forum ini dibentuk dalam rangka untuk mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja,” ujarnya.

Selain penempatan kerja, ia mendorong dukungan perbankan bagi peserta yang ingin merintis usaha. Menurutnya, keterampilan yang dimiliki lulusan pelatihan perlu ditunjang akses pembiayaan dan pendampingan agar dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha produktif.

Kepala BLK Wajo, Ahmad Adam, dalam laporannya menyebut sejumlah program pelatihan yang dilaksanakan, antara lain operator komputer, desain grafis, menjahit dengan mesin, tata rias dan penataan rambut, otomotif sepeda motor injeksi, pengelasan, serta teknisi AC residential.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi masyarakat melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja dan peluang usaha.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Armayani, yang mewakili Bupati Wajo, menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari jumlah peserta maupun sertifikat yang diterbitkan.

“Ukuran keberhasilannya bukan semata-mata berapa banyak peserta yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikat, tetapi sejauh mana kompetensi yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan pekerjaan, meningkatkan produktivitas, membangun usaha mandiri, dan memperbaiki kesejahteraan keluarga,” kata Armayani.

Ia meminta Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Wajo bersama BLK Wajo memperkuat pemetaan kebutuhan tenaga kerja serta menyelaraskan program pelatihan dengan kebutuhan perusahaan dan potensi ekonomi daerah.

Armayani juga menekankan pentingnya tindak lanjut kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, mulai dari penyelarasan kurikulum, praktik kerja, uji kompetensi, hingga rekrutmen tenaga kerja.

“Kita harus bergerak dari pola pelatihan yang berorientasi pada kegiatan menuju pelatihan yang berorientasi pada hasil dan penempatan kerja,” tegasnya.

Menurut Armayani, pemantauan terhadap lulusan juga perlu dilakukan untuk mengetahui jumlah peserta yang telah bekerja, berwirausaha, maupun menghadapi kendala setelah menyelesaikan pelatihan.

Melalui sinergi pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, dunia industri, dan perbankan, pelatihan vokasi diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan daya saing tenaga kerja di Kabupaten Wajo. (*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga