Banner Iklan

Bupati Wajo Buka Festival Literasi 2026, Wanti-wanti Bahaya HP Bagi Anak

15 Oktober 2026 22:16 WIB
Penulis : Salman Alfarisi
Editor : Redaksi
Bupati Wajo Buka Festival Literasi 2026, Wanti-wanti Bahaya HP Bagi Anak i

WAJO – CELOTEH.ONLINE – Bupati Wajo Andi Rosman mengingatkan bahaya gawai bagi anak di tengah derasnya arus media sosial saat membuka Festival Literasi Kabupaten Wajo 2026.

Peringatan itu disampaikan Andi Rosman di hadapan ratusan warga pada Opening Ceremony di Lapangan Merdeka Sengkang, Kamis malam (15/10/2026).

Di hadapan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Prof. Dr. Muhammad Jufri yang juga mentornya, Andi Rosman menyinggung kasus siswa SMA di Jakarta yang nekat merakit bom karena pengaruh konten di media sosial.

“Jangan sampai kita terlena. Anak kita di dalam rumah terus, kita kira sudah aman. Padahal yang tidak aman itu adalah HP,” tegas Andi Rosman.

Menurutnya, literasi menjadi pondasi utama untuk membentengi generasi pelanjut di era digital. 

Tantangan Dinas Perpustakaan hari ini bukan lagi sekadar mengajak membaca, tapi bagaimana membuat membaca menjadi kebutuhan di saat anak-anak lebih banyak bertanya ke “Mbah Google”.

“Festival literasi ini harus jadi motivasi dari dini. Calon pengganti kita adalah anak-anak kita sendiri, kita harus siapkan mereka hadapi tantangan global,” katanya.

Festival Literasi tahun ini terasa spesial. 

Wajo ditunjuk sebagai tuan rumah program prioritas Sulsel, Gempur Pustaka 2026 – Gerakan Mendekatkan Urusan Layanan Perpustakaan Kepada Masyarakat.

Tahun lalu kegiatan ini digelar di Maros. 

Tahun ini Wajo yang jadi tuan rumah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof. Muhammad Jufri memberikan apresiasi tinggi. 

Ia hadir bersama 24 Kepala Dinas Perpustakaan se-Sulsel.

“Bapak Ibu dari 24 kabupaten/kota malam ini hadir semua di Wajo untuk dukung Wajo,” ujar Jufri disambut tepuk tangan.

Jufri menyebut, sebanyak 28 mobil perpustakaan keliling akan dilepas Jumat pagi (16/10/2026) dari Lapangan Merdeka untuk langsung melayani masyarakat hingga ke desa-desa.

Sementara Ketua Panitia yang juga Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Wajo, Erna Nurdin, melaporkan festival digelar selama tujuh hari, 15-21 Oktober 2026.

Tujuannya meningkatkan minat baca, menumbuhkan kreativitas peserta didik, hingga memperkuat peran perpustakaan desa sebagai pusat pemberdayaan.

Hadir dalam pembukaan, Wakil Bupati Wajo dr. Baso Rahmanuddin, Sekda Wajo Armayani, Ketua dan anggota DPRD Wajo, Forkopimda, Bunda Literasi Kabupaten Wajo yang juga Ketua TP PKK, Rektor Universitas Puangrimaggalatung, pimpinan instansi vertikal, camat, kades, komunitas literasi, pelaku UMKM, hingga ratusan masyarakat Sengkang. (*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga