×
Banner Iklan

Perempuan dan Kesehatan Mental di Tengah Tuntutan Sosial

10 Juli 2026 11:38 WIB
Editor : Salman Alfarisi
Perempuan dan Kesehatan Mental di Tengah Tuntutan Sosial i

Penulis : Nur Awalia (Latihan Khusus Kohati LKK Cabang Wajo 2026)

Menurut saya, kesehatan mental perempuan merupakan isu yang semakin penting untuk diperhatikan di tengah berbagai tuntutan sosial yang terus berkembang.

Hingga saat ini, masih banyak perempuan yang diharapkan mampu menjalankan berbagai peran sekaligus: menjadi anak yang berbakti, istri yang baik, ibu yang penuh perhatian, pekerja yang profesional, sekaligus aktif dalam kehidupan sosial.

Tidak jarang, masyarakat menilai keberhasilan perempuan dari kemampuannya memenuhi semua peran tersebut tanpa mempertimbangkan kondisi fisik maupun psikologisnya.

Saya melihat bahwa tuntutan untuk selalu menjadi “perempuan sempurna” sering kali menjadi beban yang tidak terlihat.

Di era media sosial, tekanan itu semakin besar. Banyak perempuan membandingkan dirinya dengan standar kehidupan dan kecantikan yang ditampilkan di internet, sehingga muncul rasa tidak percaya diri, cemas, bahkan merasa dirinya tidak cukup baik.

Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa adanya dukungan dari lingkungan, kesehatan mental perempuan dapat terganggu.

Dalam pandangan saya, kesehatan mental tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Ketika seorang perempuan mengalami stres, kecemasan, atau kelelahan emosional, bukan berarti ia lemah.

Sebaliknya, itu menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki batas kemampuan dan membutuhkan ruang untuk beristirahat, didengar, serta mendapatkan dukungan.

Sebagai seorang muslim, saya juga meyakini bahwa Islam memuliakan perempuan dan tidak pernah menuntut sesuatu di luar batas kemampuannya.

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 286 bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Ayat ini mengajarkan bahwa menjaga kesehatan mental merupakan bagian dari menjaga amanah yang Allah titipkan kepada setiap manusia.

Menurut saya, sudah saatnya masyarakat mengubah cara pandang terhadap perempuan.

Perempuan tidak harus selalu kuat, selalu mengalah, atau selalu mampu memenuhi semua ekspektasi orang lain.

Mereka juga berhak merasa lelah, meminta pertolongan, dan memperoleh dukungan tanpa takut dihakimi.

Keluarga, lingkungan pendidikan, tempat kerja, dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ruang yang aman dan sehat bagi perempuan.

Pada akhirnya, perempuan yang sehat secara mental akan lebih mampu mengembangkan potensi dirinya, membangun keluarga yang harmonis, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental perempuan bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai wujud penghargaan terhadap martabat dan kemanusiaan perempuan. (*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga