Wakil Ketua Komisi VI DPR RI menyoroti rendahnya penerapan produk lokal dalam logistik dan catering Jemaah haji Indonesia
MEDINAH – CELOTEH.ONLINE – Prof. DR. H.A.M. Nurdin Halid secara khusus menyoroti tentang rendahnya penerapan produk lokal dalam catering Jemaah haji Indonesia di mekkah dan Medinah selama pelaksanaan Ibadah haji. Menurut Nurdin Halid, setiap tahun, ada lebih dari 200.000 jemaah haji dari Indonesia yang ke Tanah Suci. Selama kurun waktu kurang lebih 40 hari, perputaran uang untuk pemenuhan konsumsi (katering) jemaah mencapai angka triliunan rupiah, ini adalah potensi ekonomi yang harus menjadi perhatian khusus. 21 Mei 2026
Kementrian Perdagangan dan BUMN terkait, harus memberikan perhatian khusus terhadap kondisi tersebut, karena potensi ekonomi yang cukup besar tersebut sayang jika tidak di manfaatkan. Ini merupakan momentum ekonomi yang harus memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional, kata Nurdin Halid.

Kita harus bisa mendorong ekspor komoditas pangan untuk memanfaatkan momentum ekonomi tersebut. BUMN Pangan harus mengambil bagian, Kementrian perdagangan juga harus dapat melihat peluang ini. Kita memiliki banyak Koperasi dan UMKM yang memproduksi bahan pangan seperti beras, sayur, lauk-pauk, hingga bumbu dapur, akan tetapi bahan pangan untuk catering Jemaah haji Indonesia dominan dipasok oleh Thailand, Vietnam, Brasil, dan negara lokal Timur Tengah.
Nurdin Halid yang juga merupakan Tim Pengawas Haji DPR RI 2026 mendorong agar dilakukan sinergi antara kementrian Haji dan Umroh, kemetrian Perdagangan dan BP. BUMN untuk membentuk tim kerja khusus terkuat pengadaan logistik haji Indonesia.
Selain itu, Nurdin Halid juga mendorong BUMN untuk melakukan Investasi pada kepemilikan atau kerja sama jangka panjang dengan dapur katering di Arab Saudi, sehingga kontrol bahan baku sepenuhnya berada di tangan kita. Jadi, kita harus mendorong pembentukan Kerjasama antar kementrian dan lembaga khusus tentang logistik haji, yaitu kementrian Haji dan Umroh, Perdagangan dan BP. BUMN. Selain itu, BP BUMN juga di harapkan dapat pro aktif untuk investasi dan kerjasama dengan perusahaan katering arab Saudi, tutup Nurdin Halid.(*)


















Komentar