Viral Isu Pangsit disengkang, ini langkah dinas kesehatan wajo.

Kadis Kesehatan Kab wajo (Dr., drg Armin. M. Kes., M.P.D)

WajoCeloteh.Online – Isu tak sedap menerpa salah satu usaha kuliner di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, setelah beredar kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa pangsit milik usaha “Ojolali” menggunakan bahan berserat yang diduga berasal dari hewan tikus. Isu tersebut segera menuai reaksi dari berbagai pihak, termasuk pemilik usaha dan instansi terkait.

Baca juga : DLH Wajo Bersihkan Lapangan Merdeka Sengkang Jelang Peringatan Hari Kesiapsiagaan Satpol PP dan Linmas Sulsel

Ali Taufik Akbar, pemilik pangsit Ojolali, memberikan klarifikasi pada Sabtu, 12 April 2025. Ia membantah keras tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah yang merugikan.

Foto Ilustrasi sumber GWA

Bodoh dan berdosa saya jika menjual pangsit berbahan tikus,” tegas Ali. Ia menyampaikan rasa kecewa atas tudingan yang menyudutkan usaha yang telah ia rintis dengan jerih payah. di kutip dari berita Wajo.

Menanggapi kegelisahan masyarakat atas isu tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo bergerak cepat. Kepala Dinas Kesehatan, Dr. drg. Armin M. Kes., M.A.P., menyatakan bahwa pihaknya telah menugaskan tim dari bidang SDK dan Kesmas untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan.

Baca juga : Wakil Ketua DPRD Sulsel Sufriadi Arif bersama komisi D kunjungan kerja di sidrap

“Saya sudah menugaskan bidang SDK dan Kesmas untuk turun melakukan pemeriksaan dan pengawasan. In syaa Allah kami juga sudah koordinasi dengan Kadis Perindagkop dan Satpol PP untuk turun bersama,” ujar Armin.

Foto ilustrasi : sumber GWA

Langkah koordinatif lintas instansi ini dilakukan sebagai upaya memastikan keamanan pangan di wilayah Wajo serta memberi jaminan kepada masyarakat bahwa produk makanan yang beredar telah memenuhi standar kesehatan dan kebersihan.

Baca juga : Bupati Wajo Tertibkan Aset, Kendaraan Dinas Roda Empat Diperiksa

Hingga berita ini diturunkan, proses verifikasi dan pemeriksaan masih dalam tahap persiapan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil resmi dari pemeriksaan dinas terkait.

(Kontributor : Salman Alfarizi)

Comments

Tinggalkan Balasan ke adityanshar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *