Banner Iklan

Pemkab Wajo Perkuat Langkah Strategis Hadapi Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian

11 Agustus 2026 14:25 WIB
Penulis : Muh Nur
Editor : Salman Alfarisi
Pemkab Wajo Perkuat Langkah Strategis Hadapi Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian i

WAJO – CELOTEH.ONLINE – Pemerintah Kabupaten Wajo bergerak cepat memperkuat penanganan dampak musim kemarau panjang yang mulai mengancam ketersediaan air serta produktivitas lahan pertanian di sejumlah wilayah. 

Di tengah tantangan cuaca ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Drs. Andi Pameneri, M.Si., mengonsolidasikan langkah lintas sektor dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, didukung penuh oleh pemerintah pusat dan pemangku kepentingan terkait. 

Langkah terpadu tersebut difokuskan untuk memastikan pasokan air bagi lahan pertanian tetap terjaga sekaligus melindungi para petani dari ancaman gagal panen.

Berdasarkan Rekapitulasi Data Kekeringan Kabupaten Wajo Tahun 2026, dari total luas pertanaman sekitar 94.852 hektare, tercatat 27.013 hektare terdampak dengan berbagai tingkat keparahan. 

Rinciannya meliputi status waspada seluas 15.648 hektare, terdampak ringan 11.073 hektare, terdampak berat 145 hektare, dan puso seluas 147 hektare. 

Mengingat sektor pertanian merupakan penopang utama ekonomi masyarakat, Pemkab Wajo mengoptimalkan berbagai program pusat dan daerah guna menekan dampak buruk kekeringan secara komprehensif.

Sebagai solusi jangka pendek dan menengah, pemerintah daerah menggencarkan sejumlah program penyediaan sumber air alternatif. 

Melalui program Optimalisasi Lahan Nonrawa, pembangunan 250 titik sumur bor dangkal dibagi menjadi dua tahap, yakni 85 titik pada tahap pertama dan 165 titik pada tahap kedua. 

Selain itu, pemerintah mendorong percepatan realisasi irigasi perpompaan di 75 titik serta perpipaan di 10 titik, di samping optimalisasi lahan rawa seluas 3.025 hektare yang disertai distribusi sarana dan prasarana kepada kelompok tani. 

Pada 6 Agustus 2026 lalu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo juga resmi mengajukan permohonan 244 unit pompa air ukuran tiga inci kepada Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian.

Dukungan infrastruktur turut diperkuat melalui Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di mana Dinas PUPRP Wajo mengusulkan 15 lokasi tahap pertama dengan 10 lokasi telah diterima, serta menyiapkan 40 lokasi tambahan untuk tahap kedua Tahun 2026. 

Di sektor energi, terdapat 264 titik usulan Listrik Masuk Sawah (Lisah) melalui Dinas PMD Wajo yang tersebar di 12 kecamatan, di mana 171 titik berada di wilayah PLN ULP Sengkang dan 93 titik di PLN ULP Paria, dengan 43 titik di antaranya telah mendapatkan persetujuan sambungan listrik untuk menggerakkan mesin pompa. 

Melalui penyesuaian anggaran daerah, Pemkab Wajo turut memperkuat pembangunan jalan usaha tani, pembuatan sumur air tanah dalam, serta pengelolaan saluran tersier.

Andi Pameneri menegaskan bahwa seluruh program penanganan ini dirancang agar bergerak secara bersamaan dan terintegrasi, mulai dari penyediaan sumber air, jaringan energi listrik, distribusi pompa, hingga akses jalan tani. 

Pemkab Wajo terus mengimbau pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani untuk memperkuat koordinasi serta aktif melaporkan perkembangan kondisi lapangan secara berkala demi menjaga ketahanan pangan daerah. (*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga