Meminta Bupati Bantaeng turun tangan terkait permasalahan yang ada di PDAM
CELOTEH.ONLINE – Dugaan Direktur Utama berperan sebagai makelar proyek menjadi pukulan serius bagi integritas manajemen perusahaan.
Tuduhan ini bukan sekadar isu liar, melainkan mencerminkan dugaan penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan tertentu yang berpotensi merugikan perusahaan dan mencederai prinsip tata kelola yang bersih.
Jika benar, praktik ini menunjukkan adanya konflik kepentingan yang terang-terangan dan kegagalan moral di level kepemimpinan tertinggi.
Kondisi tersebut semakin diperparah oleh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengungkap berbagai kejanggalan dalam pengelolaan keuangan dan pelaksanaan proyek.
Temuan ini mengindikasikan lemahnya pengawasan internal serta dugaan penyimpangan prosedur yang tidak bisa dianggap sebagai kesalahan administratif semata.
Laporan BPK menjadi bukti bahwa persoalan di tubuh perusahaan bersifat sistemik dan membutuhkan pertanggungjawaban serius dari direksi.
Akumulasi masalah ini akhirnya memicu kemarahan pegawai PDAM yang turun ke jalan melalui aksi demonstrasi.
Para pegawai menuntut transparansi, pembersihan praktik-praktik kotor, serta evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan perusahaan.
Aksi tersebut menjadi sinyal keras bahwa kepercayaan internal telah runtuh dan manajemen dianggap gagal menjaga marwah institusi serta melindungi kepentingan pelayanan publik.
Ahmad Ikram Wasekum bidang Hubungan organisasi partisipasi daerah Pengurus Pusat HPMB : Jika dugaan dan temuan ini terus dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi direksi, tetapi juga keberlangsungan perusahaan dan hak masyarakat atas layanan air bersih yang seharusnya dikelola secara profesional dan berintegritas.(*)

















Komentar