Banner Iklan

Longsor Jalan Penghubung Baleng–Warasalae, Dinas PU Siapkan Penanganan Awal

19 Agustus 2026 21:17 WIB
Penulis : Muh Nur
Editor : Salman Alfarisi
Longsor Jalan Penghubung Baleng–Warasalae, Dinas PU Siapkan Penanganan Awal i

WAJO — CELOTEH.ONLINE – Pemerintah Kabupaten Wajo menyiapkan penanganan awal terhadap ruas jalan yang longsor di Kampong Pajala, Dusun Warasalae, Desa Watampanua, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo.

Langkah tersebut dilakukan setelah Bupati Wajo Andi Rosman meninjau langsung lokasi longsor pada Rabu (19/8/2026). Ruas jalan yang terdampak merupakan akses penghubung antara Dusun Baleng dan Dusun Warasalae.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wajo, Ibnu Hasyim, mengatakan penanganan awal akan dilakukan dengan penimbunan menggunakan material tanah bercampur batuan.

“Penanganan awal akan dilakukan dengan penimbunan menggunakan tanah batuan sepanjang 30 meter dengan kedalaman 2,5 meter,” ujar Ibnu Hasyim saat ditemui tim Celoteh Online.

Meski demikian, kondisi longsor tersebut masih dalam pengkajian Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang. Pengkajian dilakukan untuk menentukan bentuk penanganan yang tepat dan berkelanjutan.

Kepala Desa Warasalae, Made Ali, mengatakan titik longsor tersebut merupakan salah satu lokasi yang kerap mengalami longsor. Kondisi itu diperparah karena posisi jalan berada di bibir Sungai Cendranae yang rentan mengalami pengikisan.

Menurut Made Ali, bagian yang membutuhkan penanganan mencapai sekitar 150 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter pada dinding tebing Sungai Cendranae.

“Lokasi yang terdampak untuk segera dilakukan perbaikan sepanjang 150 meter, dengan kedalaman 3 meter sepanjang dinding tebing Sungai Cendranae.

Kami berharap Balai Besar Pompengan segera melakukan perbaikan karena sudah menjadi langganan longsor,” kata Made Ali.

Ia berharap penanganan tidak berhenti pada langkah sementara. Pemerintah diminta mempertimbangkan pembangunan talud atau bronjong permanen untuk memperkuat tebing sungai sekaligus melindungi badan jalan.

“Diharapkan ke depan dibangun talud atau bronjong permanen karena di lokasi ini merupakan belokan aliran sungai sehingga sangat rentan terjadi longsor,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Wajo Andi Rosman mengatakan pemerintah daerah akan mendorong percepatan penanganan melalui koordinasi dengan pihak balai.

Selain kondisi tebing yang berada di sekitar aliran sungai, longsor juga disebut berkaitan dengan perubahan kondisi debit air Sungai Walannae.

Pemerintah Kabupaten Wajo bersama BBWS Pompengan Jeneberang masih melakukan pengkajian untuk menentukan bentuk penanganan yang paling tepat, aman, dan berkelanjutan bagi ruas jalan penghubung Dusun Baleng dan Dusun Warasalae. (*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga