Evaluasi MBG Jadi Sorotan Mahasiswa di Momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026
JAKARTA – CELOTEH.ONLINE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi sorotan utama mahasiswa pada momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Sorotan tajam itu disampaikan aliansi mahasiswa yang terdiri dari BEM dan DEMA sejumlah kampus seperti UIN Syarif Hidayatullah, UPN Veteran Jakarta, Universitas Katolik Indonesia (UKI), Universitas Atma Jaya (UAJ), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), bersama dengan organisasi ILMISPI dan GERLAP menggelar aksi unjuk rasa di sekitaran area Patung Kuda Monas, Jl Medan Merdeka Barat, Senin 4 Mei 2026.
Dalam orasinya, Ketua DEMA UIN Jakarta, Achmad Hafizh mengatakan bahwa pendidikan Indonesia telah dirampas, telah dikomersialisasi.
“Perhari ini pengalokasian dana APBN 20 persen ke pendidikan, satu hal yang perlu dicatat, tapi 20 persen itu lari ke MBG,” katanya.
Ia menyorot tajam anggaran zoom meeting BGN yang mencapai Rp 6,5 mikiar lebih, hingga pengadaan kaos kaki dan motor listrik yang dinilai sangat jauh dari urgensi pemenuhan gizi anak bangsa.
Kemudian, Ketua BEM UPN Veteran Jakarta, Gufron Dymas Wicaksono menyampaikan bahwa suara-suara lantang mahasiswa hari ini sebenarnya untuk memastikan hak-hak rakyat di bidang pendidikan mesti dipenuhi.
Dia khawatir, hak rakyat di bidang pendidikan terampas oleh program SPPG.
“MBG telah mengambil hak kita di pendidikan dan tidak sesuai dengan amanat konstitusi. Pendidikan di Indonesia harus menjadi prioritas di negara kita,” katanya.
Sementara itu, Presidium Nasional 2 ILMISPI, Ivannindra Juan Kesawa mengatakan bahwa pendidikan hari ini telah dibungkam dan direpresif.
“Hari ini MBG menyita semuanya, hari ini pendidik, calon-calon guru terampas. Guru honorer tersita hanya untuk pegawai MBG, gaji mereka kalah sama kaos kaki. Padahal mereka penjaga asa pendidikan nasional,” kata mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta itu.
Sehingga, secara garis besar mahasiswa meminta kepada para pemangku kepentingan, khususnya Presiden RI, Prabowo Subianto untuk mengevaluasi program MBG dan mencopot Kepala BGN, Dadan Hindayana yang dinilai tidak kompeten.
Pada momentum Hardiknas 2026 dengan tajuk “Mei Melawan: Selamatkan Pendidikan Indonesia”, para mahasiswa juga menyuarakan beberapa hal.
Seperti mengkaji ulang keputusan penutupan prodi yang tidak sesuai kebutuhan industri, evaluasi 20 persen anggaran pendidikan agar tepat guna, hingga wujudkan lingkungan pendidikan yang aman dari segala ancaman. (*)
Penulis : Suherman
















Komentar