Operasional Sementara Feri Rute Siwa-Kolaka Dimulai di Bangsalae
WAJO – CELOTEH.ONLINE – Sore (Jumat, 01/05/2026) ini dua kapal feri yang selama ini melayani pelayaran rute Bajoe-Kolaka KMP. Kota Bumi dan KMP. Masagena terpantau telah tiba di Pelabuhan Bangsalae, Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Pukul 17.00 Wita, pintu rampa (ramp door) KMP. Kota Bumi melandai di ujung jembatan gerak (linkspan) yang menghubungkan jembatan beton bertiang/jembatan rangka dengan daratan di Pelabuhan Penyeberangan Bangsalae Siwa, sementara KMP. Masagena buang sauh di lepas pantai Bangsalae menunggu giliran merapat di apron Pelabuhan.
Hari ini adalah hari perdana implementasi pengalihan rute pelayaran lintas Teluk Bone Kolaka-Bajoe ke Kolaka-Siwa akibat perbaikan struktur jembatan gerak (movable bridge) Pelabuhan Bajoe di Kabupaten Bone.
Dalam salinan surat edaran dari Ditjen Hubdar Kemenhub RI yang dibaca oleh Redaksi disebutkan bahwa tanggal 1 sampai 2 Mei 2026 dilakukan proses ujiboba sandar untuk setiap kapal operasi.
Media ini memantau agen tiket feri Siwa-Kolaka telah membuka Loket Penjualan Tiket di area Gedung Terminal Pelabuhan Penyeberangan Bangsalae Siwa.
Sore hari tadi truk-truk dan bus-bus limpahan dari Pelabuhan Bajoe telah mengantre di depan gapura Pelabuhan Bangsalae, sebagian pula truk-truk limpahan dari Bajoe berbaur dengan truk-truk yang selama ini menyeberang dengan feri Siwa-Tobaku.
Tercatat empat feri yang akan melayani pelayaran sementara Siwa-Kolaka yakni KMP. Mishima, KMP. Kota Bumi, KMP. Raja Dilaut, dan KMP. Masaegena. Empat feri lainnya sedang naik galangan (docking) yakni KMP. Kota Muna, KMP. Mandala Nusantara, KMP. Perdana Nusantara, dan KMP. Fais, sementara KMP. Permata Nusantara sedang pemeliharaan (maintenance).
Dalam sejarah Pelabuhan Bangsalae pernah beroperasi kapal cepat atau kapal fiber (kapal fiberglass) rute Siwa-Wawo-Kolaka dan rute Siwa-Kolaka, namun telah berhenti beroperasi. Selama ini Pelabuhan Bangsalae melayani pelayaran feri Siwa-Tobaku dan kapal fiber Siwa-Tobaku.
















Komentar