DLH Wajo Tegaskan Ambil Alih RTH Calaccu, Lapak Parkiran Dibongkar dan Pasar Pagi Segera Digelar
MAKASSAR – CELOTEH ONLINE – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, A. Fakhrul Rijal B, menegaskan bahwa pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Calaccu sepenuhnya berada di bawah kewenangan DLH dan tidak lagi menjadi polemik.
Pernyataan itu disampaikan Andi Fakhrul saat ditemui awak media di sela-sela acara halal bihalal Kesatuan Masyarakat Wajo (Kemawa) di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/4/2026).
“RTH Calaccu adalah wewenang kami DLH. Itu sudah terdaftar dalam kartu inventaris barang. Jadi sejak awal memang kewenangan DLH, dan sekarang sudah kami ambil alih. Ini tidak perlu lagi diperdebatkan, sudah final,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, ke depan pihaknya akan melakukan penataan ulang kawasan RTH Calaccu karena dinilai tidak tertata dengan baik. Salah satu persoalan yang disoroti adalah aktivitas jual beli tanpa aturan yang jelas.
“Kami melihat di sana amburadul. Orang masuk menjual tanpa perjanjian resmi, tidak ada kontrak atau MoU. Bahkan ada yang menyewakan lagi ke pihak lain, padahal itu tidak boleh. Ada juga yang merasa seolah-olah itu milik pribadi. Ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.
Andi Fakhrul menegaskan, pemerintah tidak boleh dikendalikan oleh pihak tertentu dalam pengelolaan fasilitas publik, khususnya di RTH Calaccu.
Terkait lapak di area parkiran, DLH memastikan pembongkaran tetap dilakukan tanpa kompromi. Keputusan tersebut, kata dia, telah melalui rapat bersama, termasuk dengan para pedagang.
“Pembongkaran tetap dilakukan, itu sudah final dan tidak bisa ditawar. Tapi Insya Allah kami siapkan solusi agar pedagang tetap bisa berusaha ke depan,” katanya.
Sebagai langkah penataan sekaligus pemberdayaan ekonomi, DLH Wajo berencana menghadirkan program pasar pagi di kawasan RTH Calaccu. Konsep ini menggabungkan aktivitas olahraga dan belanja masyarakat.
“Nanti ada pasar pagi. setiap hari Minggu seperti car free day Sambil olahraga, masyarakat bisa belanja. Akan ada penjual sepatu, pakaian, makanan, kue, dan lainnya. Ini untuk mendorong UMKM agar pendapatan masyarakat meningkat,” jelasnya.
Menanggapi kemungkinan adanya pihak yang tidak setuju, Andi Fakhrul meminta semua pihak dapat menerima kebijakan tersebut dengan lapang dada.
“Kalau ada yang tidak setuju, silakan, tapi jangan memaksa. Saya minta legowo sedikit. Sekarang saya yang diberi amanah mengatur. Dulu saya juga pernah diatur, bahkan sempat nonjob kurang lebih delapan tahun, dan saya terima dengan baik,” tuturnya.
DLH Wajo kini tinggal menunggu waktu pelaksanaan resmi program pasar pagi tersebut sebagai bagian dari penataan baru RTH Calaccu. (*)


















Komentar