×
Banner Iklan

Harga BBM Non-Subsidi Naik Tajam, Menteri ESDM Tegaskan Ikuti Mekanisme Pasar

18 April 2026 20:31 WIB
Editor : Salman Alfarisi
Harga BBM Non-Subsidi Naik Tajam, Menteri ESDM Tegaskan Ikuti Mekanisme Pasar i

WAJO — CELOTEH.ONLINE – PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku mulai 18 April 2026. Kenaikan signifikan terjadi pada sejumlah produk, khususnya Pertamax Turbo serta BBM jenis diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex.

Berdasarkan data terbaru, harga Pertamina Dex melonjak dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter. Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, sementara Pertamax Turbo meningkat dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter.

Sementara itu, harga BBM lainnya relatif stabil. Pertamax tetap di Rp12.300 per liter, Pertamax Green 95 di Rp12.900 per liter, dan Pertalite masih berada di Rp10.000 per liter.

Untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, harga BBM juga mengalami penyesuaian. Pertamax tercatat Rp12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp19.850 per liter, Dexlite Rp24.150 per liter, dan Pertamina Dex mencapai Rp24.450 per liter.

Penyesuaian harga ini dilakukan dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut merupakan bagian dari mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku.

Ia menyampaikan, pemerintah hanya mengatur harga BBM bersubsidi, sementara BBM non-subsidi diperuntukkan bagi sektor industri dan masyarakat mampu sehingga harganya menyesuaikan kondisi pasar. Pernyataan itu disampaikan usai menjadi narasumber pada kegiatan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, penyesuaian harga BBM non-subsidi dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap dijaga guna melindungi daya beli masyarakat.

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini diperkirakan berdampak pada biaya transportasi dan distribusi logistik di berbagai daerah. (*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga