Banner Iklan

Pasien Sakit Belum Membaik Disuruh Pulang dari IGD RSUD Lamaddukkelleng Wajo

31 Oktober 2026 14:58 WIB
Editor : Salman Alfarisi
Pasien Sakit Belum Membaik Disuruh Pulang dari IGD RSUD Lamaddukkelleng Wajo i

WAJO – CELOTEH.ONLINE – Seorang pasien dengan keluhan sakit perut, punggung, dan dada belum merasakan perbaikan kondisi, namun justru disarankan pulang dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Lamaddukkelleng, Kabupaten Wajo, pada Jumat (30/10/2026). 

Kejadian ini dibagikan keluarganya di media sosial dan memicu sorotan luas dari masyarakat.

Berdasarkan keterangan keluarga pasien yang dimuat dalam unggahan Facebook, pasien tiba di IGD sekitar pukul 10.30 WITA dan langsung menjalani observasi selama enam jam. 

Karena keluhan sakit tidak berkurang, masa observasi diperpanjang. Namun, sekitar pukul 20.30 WITA, keluarga terkejut mengetahui pasien sudah dibolehkan pulang, padahal kondisinya belum membaik.

Saat ditanyakan alasannya, dokter yang bertugas menyebutkan bahwa pasien lain dengan keluhan serupa juga disuruh pulang dan menyarankan pasien dibawa ke Puskesmas. 

Ketika keluarga menyampaikan kekhawatiran, tanggapan yang diterima dinilai kurang peka. Keluarga pun mempertanyakan apakah perlakuan tersebut berkaitan dengan status pasien sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Kasus ini kemudian mendapat perhatian tokoh masyarakat Wajo, Baso Sirajuddin. 

Ia menilai kejadian seperti ini sudah berulang kali terjadi dan berpotensi menempatkan tenaga kesehatan berhadapan dengan masyarakat akibat ketidakjelasan informasi terkait cakupan layanan BPJS.

“Saya menyayangkan kondisi ketika tenaga kesehatan dan pasien justru berhadapan. BPJS perlu lebih proaktif menyosialisasikan kategori penyakit dan jenis pelayanan yang dijamin maupun yang tidak dijamin,” ujar Baso, Sabtu (31/10/2026).

Ia mendesak diadakannya pertemuan yang melibatkan BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat untuk mencari solusi bersama.

“Jangan sampai tenaga kesehatan dan masyarakat terus yang dibenturkan,” tegasnya.

Menanggapi keluhan yang menyebar, pihak RSUD Lamaddukkelleng melalui akun media sosial resminya menyatakan telah melakukan penelusuran terkait pelayanan IGD pada tanggal kejadian. 

Hingga saat ini, hasil lengkap penelusuran tersebut belum dipublikasikan.

RSUD juga mengumumkan sejumlah kanal pengaduan yang dapat diakses masyarakat, antara lain melalui lapor.go.id, nomor WhatsApp 0813 4221 907, serta media sosial dan Pusat Pengaduan di Ruang Humas Gedung Manajemen Lantai 2 rumah sakit tersebut.

Persoalan ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara penerapan ketentuan jaminan kesehatan dan hak pasien untuk memperoleh penjelasan yang transparan mengenai setiap keputusan medis. Publik berharap penelusuran berjalan objektif dan hasilnya disampaikan secara terbuka agar kasus serupa tidak terulang.

Tim Redaksi

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga