Banner Iklan

Nurdin Halid: Sumpah Pemuda 2026 Harus Menjadi Momentum Memperkuat Persatuan dan Kemandirian Ekonomi Bangsa

28 Oktober 2026 21:37 WIB
Editor : Salman Alfarisi
Nurdin Halid: Sumpah Pemuda 2026 Harus Menjadi Momentum Memperkuat Persatuan dan Kemandirian Ekonomi Bangsa i

JAKARTA – CELOTEH.ONLINE – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Prof. Dr. H. A. M. Nurdin Halid, menegaskan bahwa peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan nasional, membangun kepemimpinan generasi muda, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Nurdin Halid, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan tonggak sejarah yang membuktikan bahwa persatuan mampu menjadi kekuatan besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 

Semangat tersebut harus terus diaktualisasikan sesuai tantangan zaman, terutama di tengah disrupsi teknologi, persaingan global, perubahan struktur ekonomi, dan tantangan pemerataan kesejahteraan.

“Pemuda 1928 telah mempersatukan bangsa untuk meraih kemerdekaan politik. Kini, generasi muda harus menjadikan persatuan sebagai kekuatan untuk membangun kemandirian ekonomi, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadilan,” ujar Nurdin Halid.

Persatuan dan Kepemimpinan Generasi Muda

Nurdin menekankan bahwa nasionalisme generasi muda tidak boleh berhenti pada kebanggaan terhadap simbol-simbol kebangsaan, tetapi harus diwujudkan melalui karya nyata, inovasi, penguatan karakter, dan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang. 

Namun, kemajuan tersebut juga harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai Pancasila, toleransi, literasi digital, dan kepedulian sosial agar tidak terjebak dalam disinformasi maupun polarisasi yang dapat melemahkan persatuan bangsa.

“Indonesia membutuhkan generasi muda yang bukan hanya unggul secara intelektual dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, karakter kebangsaan, dan kemampuan membangun kolaborasi. Generasi muda harus menjadi pemersatu bangsa sekaligus penggerak perubahan,” tegasnya.

Nurdin Halid juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan nasional dengan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda dalam pemerintahan, dunia usaha, pembangunan ekonomi, dan kehidupan demokrasi.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia Emas 2045 membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, kompeten, inovatif, serta memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan rakyat dan keadilan sosial.

Kemandirian Ekonomi Berlandaskan Pancasila

Dalam bidang ekonomi, Nurdin Halid menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan menjadi gerakan kolektif untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Ia menilai bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi konsumen dalam perkembangan ekonomi digital dan global, tetapi harus tampil sebagai produsen, inovator, wirausahawan, serta pencipta lapangan kerja.

“Sumpah Pemuda 2026 harus melahirkan semangat baru untuk membangun kemerdekaan ekonomi. Generasi muda harus memperoleh kesempatan yang adil untuk berkarya, berusaha, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Menurut Nurdin, pembangunan ekonomi generasi muda harus berpijak pada nilai-nilai Ekonomi Pancasila sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945, yang menempatkan asas kekeluargaan, kebersamaan, demokrasi ekonomi, dan keadilan sosial sebagai landasan pembangunan nasional.

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan keterampilan, perluasan akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi, dan pembukaan akses pasar bagi pelaku usaha muda.

Koperasi, UMKM, dan BUMN sebagai Penggerak Ekonomi Pemuda

Lebih lanjut, Nurdin Halid mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pengembangan koperasi dan UMKM, termasuk melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, koperasi perlu bertransformasi menjadi kelembagaan ekonomi modern yang profesional, transparan, produktif, dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan kreativitas serta kemampuan digital generasi muda.

“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi ruang lahirnya wirausahawan muda di desa, bukan sekadar lembaga ekonomi yang dibentuk secara administratif. Keberhasilannya harus diukur dari manfaat nyata bagi anggota, peningkatan produktivitas, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid juga menekankan pentingnya peran BUMN dalam memperkuat ekosistem ekonomi generasi muda melalui kemitraan usaha, pengembangan UMKM, perluasan akses pasar, dan penguatan rantai pasok industri nasional.

Ia menilai sinergi antara BUMN, koperasi, UMKM, perguruan tinggi, dan dunia usaha harus diarahkan untuk menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih luas dan merata, terutama bagi generasi muda di perdesaan dan daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber daya produktif.

“BUMN harus menjadi salah satu motor penggerak lahirnya wirausahawan muda yang tangguh dan berdaya saing. Kolaborasi BUMN, koperasi, dan UMKM harus mampu membuka kesempatan usaha, memperkuat ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Menyatukan Semangat Menuju Indonesia Emas 2045

Menutup pernyataannya, Nurdin Halid mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat kolaborasi antargenerasi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Ia menegaskan bahwa generasi muda tidak cukup hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi harus diberikan kesempatan menjadi pelaku utama transformasi sosial, ekonomi, dan teknologi.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya dengan optimisme dan slogan. Kita harus mempersiapkannya melalui pendidikan berkualitas, penguatan karakter, penguasaan teknologi, kesempatan ekonomi yang berkeadilan, dan kolaborasi seluruh kekuatan bangsa,” tegasnya.

Nurdin Halid berharap semangat persatuan yang diwariskan para pemuda 1928 dapat menjadi fondasi gerakan bersama untuk memperkuat kedaulatan nasional dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Sumpah Pemuda 1928 melahirkan persatuan bangsa untuk meraih kemerdekaan. Sumpah Pemuda 2026 harus melahirkan persatuan karya untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, keadilan sosial, dan Indonesia Emas 2045. Pemuda Indonesia tidak boleh hanya mewarisi kemerdekaan, tetapi harus menjadi kekuatan utama yang mengisi dan menjaga masa depan bangsa,” pungkas Nurdin Halid. (*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga