Banner Iklan

Populasi Ikan di Danau Tempe Wajo Menurun, DLH Ungkap 5 Faktor yang Perlu Diwaspadai

31 Agustus 2026 13:56 WIB
Penulis : MUH. NUR
Editor : Salman Alfarisi
Populasi Ikan di Danau Tempe Wajo Menurun, DLH Ungkap 5 Faktor yang Perlu Diwaspadai i

WAJO – CELOTEH.ONLINE – Populasi ikan di Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, disebut semakin berkurang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B, mengatakan kondisi tersebut tidak dapat dilihat hanya dari satu penyebab.

Menurutnya, penurunan populasi ikan perlu dilihat dari berbagai faktor yang memengaruhi kondisi ekosistem Danau Tempe.

“Berkurangnya ikan di Danau Tempe tidak bisa dilihat hanya dari satu faktor. Kita harus melihat kondisi danau secara keseluruhan, mulai dari kualitas air, sedimentasi, aktivitas pertanian, cara penangkapan ikan, hingga perubahan komposisi jenis ikan yang hidup di dalam danau,” ujar Andi Fakhrul Rijal B.

Ia menjelaskan, terdapat sedikitnya lima faktor yang perlu menjadi perhatian dalam melihat kondisi populasi ikan di Danau Tempe.

1. Pendangkalan Danau Tempe

Pendangkalan akibat sedimentasi disebut dapat memengaruhi kondisi perairan Danau Tempe.

Sedimentasi membuat sejumlah bagian danau semakin dangkal dan berpotensi meningkatkan kekeruhan air.

Kondisi air yang keruh dapat memengaruhi kualitas habitat serta kondisi yang dibutuhkan ikan untuk berkembang biak.

2. Bahan kimia dari aktivitas pertanian

Faktor berikutnya adalah masuknya bahan kimia dari aktivitas pertanian di sekitar wilayah yang memiliki aliran menuju danau.

Penggunaan herbisida, pestisida dan pupuk kimia berpotensi terbawa aliran permukaan menuju Danau Tempe, terutama ketika musim penghujan.

Selain bahan kimia, pengikisan tanah dari kawasan hulu juga dapat membawa sedimen serta material yang berada di permukaan tanah masuk ke perairan danau.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas air dan kehidupan organisme di dalamnya, termasuk ikan-ikan kecil dan anakan ikan.

3. Penangkapan ikan menggunakan setrum

Praktik penangkapan ikan menggunakan setrum juga menjadi perhatian DLH Wajo.

Cara tersebut dapat menyebabkan kematian ikan dalam berbagai ukuran, termasuk ikan-ikan kecil.

Jika dilakukan secara terus-menerus, penangkapan dengan cara tersebut dinilai dapat mengganggu proses regenerasi populasi ikan di Danau Tempe.

4. Meningkatnya populasi ikan sapu-sapu

Keberadaan ikan sapu-sapu yang semakin banyak juga dinilai perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan ekosistem Danau Tempe.

Andi Fakhrul mengatakan ikan sapu-sapu berpotensi memengaruhi keseimbangan ekosistem perairan.

Keberadaannya juga perlu dikaji lebih lanjut karena dapat memengaruhi organisme lain di habitat danau, termasuk telur-telur ikan yang berada di dasar perairan.

Jika populasinya terus meningkat, pengelolaan terhadap keberadaan ikan tersebut dinilai perlu dilakukan agar tidak mengganggu keberlanjutan ikan lokal.

5. Keberadaan ikan patin

Selain ikan sapu-sapu, keberadaan ikan patin juga perlu diperhatikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem Danau Tempe.

Sebagai ikan omnivora, patin dapat memanfaatkan berbagai sumber makanan dan dalam kondisi tertentu dapat memangsa organisme atau ikan berukuran kecil.

Karena itu, perubahan komposisi jenis ikan di dalam danau dinilai perlu menjadi bagian dari kajian dalam menjaga keberlanjutan ekosistem Danau Tempe.

Andi Fakhrul mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kondisi Danau Tempe.

Ia meminta masyarakat mengurangi aktivitas yang berpotensi mencemari perairan serta menghentikan praktik penangkapan ikan yang dapat mengganggu regenerasi populasi ikan.

“Kalau kita ingin ikan di Danau Tempe tetap ada dan kembali melimpah, maka ekosistem danaunya harus kita jaga bersama. Menjaga danau berarti menjaga sumber kehidupan masyarakat Wajo,” katanya. (*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga