Sufriadi Arif Dorong Subsidi Listrik Masuk Sawah untuk Petani Sulawesi Selatan
Program LISA Sulsel ini sangat penting bagi petani. Jangan sampai biaya listrik untuk mengaliri sawah justru menjadi beban bagi masyarakat
MAKASSAR – CELOTEH.ONLINE – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, mendorong agar program Listrik Masuk Sawah (LISA) mendapat dukungan subsidi dari pemerintah.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk membantu petani menekan biaya produksi sekaligus memperkuat produktivitas pertanian di Sulawesi Selatan.
Dorongan itu disampaikan Sufriadi Arif saat menerima kunjungan General Manager PLN UID Sulselbar di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (7/8/2026).
Menurut Sufriadi, kebutuhan listrik untuk mendukung aktivitas pertanian, khususnya pengairan sawah melalui pompa, tidak boleh menjadi beban tambahan bagi petani.
Karena itu, pemerintah perlu hadir melalui skema subsidi agar program LISA dapat berjalan secara optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Program LISA ini sangat penting bagi petani. Jangan sampai biaya listrik untuk mengaliri sawah justru menjadi beban bagi masyarakat. Karena itu, kami mendorong agar pemerintah memberikan subsidi sehingga petani bisa mendapatkan akses listrik dengan biaya yang lebih ringan,” kata Sufriadi.
Ia menilai ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.
Dengan dukungan listrik yang terjangkau, petani dapat mengoperasikan pompa untuk mengaliri lahan, terutama pada wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air atau bergantung pada sistem irigasi tertentu.
Sufriadi menegaskan, penguatan program LISA harus ditempatkan sebagai bagian dari kebijakan strategis untuk mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan.
“Ini selaras dengan cita-cita kita untuk mencapai swasembada pangan. Kalau kita ingin produksi pertanian meningkat dan petani terus menanam, maka kebutuhan dasar mereka harus kita bantu, termasuk ketersediaan air dan biaya listrik untuk pengairan,” ujarnya.
Politisi PPP tersebut juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, PLN dan pemerintah pusat dapat diperkuat sehingga program LISA tidak hanya berjalan di sejumlah wilayah, tetapi dapat diperluas ke sentra-sentra pertanian yang membutuhkan.
Menurutnya, keberpihakan terhadap petani harus diwujudkan melalui kebijakan yang konkret.
Subsidi listrik untuk pengairan sawah, kata dia, merupakan salah satu bentuk intervensi yang dapat memberikan dampak langsung terhadap biaya produksi dan keberlanjutan usaha tani.
“Kita ingin petani sejahtera, produksi meningkat, dan lahan-lahan pertanian tetap produktif. Kalau biaya produksi bisa ditekan, tentu akan memberikan manfaat besar bagi petani dan pada akhirnya mendukung target swasembada pangan,” tutup Sufriadi.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, mendorong agar program Listrik Masuk Sawah (LISA) mendapat dukungan subsidi dari pemerintah.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk membantu petani menekan biaya produksi sekaligus memperkuat produktivitas pertanian di Sulawesi Selatan.
Dorongan itu disampaikan Sufriadi Arif saat menerima kunjungan General Manager PLN UID Sulselbar di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (7/8/2026).
Menurut Sufriadi, kebutuhan listrik untuk mendukung aktivitas pertanian, khususnya pengairan sawah melalui pompa, tidak boleh menjadi beban tambahan bagi petani. Karena itu, pemerintah perlu hadir melalui skema subsidi agar program LISA dapat berjalan secara optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Program LISA ini sangat penting bagi petani. Jangan sampai biaya listrik untuk mengaliri sawah justru menjadi beban bagi masyarakat. Karena itu, kami mendorong agar pemerintah memberikan subsidi sehingga petani bisa mendapatkan akses listrik dengan biaya yang lebih ringan,” kata Sufriadi.
Ia menilai ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.
Dengan dukungan listrik yang terjangkau, petani dapat mengoperasikan pompa untuk mengaliri lahan, terutama pada wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air atau bergantung pada sistem irigasi tertentu.
Sufriadi menegaskan, penguatan program LISA harus ditempatkan sebagai bagian dari kebijakan strategis untuk mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan.
“Ini selaras dengan cita-cita kita untuk mencapai swasembada pangan. Kalau kita ingin produksi pertanian meningkat dan petani terus menanam, maka kebutuhan dasar mereka harus kita bantu, termasuk ketersediaan air dan biaya listrik untuk pengairan,” ujarnya.
Politisi PPP tersebut juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, PLN dan pemerintah pusat dapat diperkuat sehingga program LISA tidak hanya berjalan di sejumlah wilayah, tetapi dapat diperluas ke sentra-sentra pertanian yang membutuhkan.
Menurutnya, keberpihakan terhadap petani harus diwujudkan melalui kebijakan yang konkret. Subsidi listrik untuk pengairan sawah, kata dia, merupakan salah satu bentuk intervensi yang dapat memberikan dampak langsung terhadap biaya produksi dan keberlanjutan usaha tani.
“Kita ingin petani sejahtera, produksi meningkat, dan lahan-lahan pertanian tetap produktif. Kalau biaya produksi bisa ditekan, tentu akan memberikan manfaat besar bagi petani dan pada akhirnya mendukung target swasembada pangan,” tutup Sufriadi. (*)
Baca Juga : https://www.instagram.com/celoteh0nline/
















Komentar