Prabowo Subianto: Pancasila Sebagai Konsensus Agung
JAKARTA – CELOTEH.ONLINE – Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Peringatan hari bersejarah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, pimpinan lembaga tinggi negara, serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.
Tampak hadir di lokasi, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Pancasila merupakan konsensus agung yang mempersatukan keberagaman bangsa Indonesia.
Ia menyebutkan, Pancasila lahir sebagai kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya hidup berdampingan.
“Pancasila adalah sebuah konsensus agung, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita, yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara juga menyinggung tema peringatan tahun ini, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Menurut Presiden, tema tersebut sangat relevan di tengah tantangan global yang penuh dengan ketidakpastian.
“Di tengah dunia yang makin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh, pegangan itu adalah Pancasila,” tegasnya.
Presiden mengingatkan kembali sejarah 81 tahun lalu, saat Bung Karno menyampaikan gagasan besar tentang dasar falsafah negara di hadapan Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Rangkaian upacara diawali dengan laporan dari Perwira Upacara Brigadir Jenderal TNI Fitriana Nur Heru Wibawa, dilanjutkan dengan pembacaan naskah Pancasila oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan pembacaan Naskah Pembukaan UUD 1945 oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Peringatan tahun ini menjadi momentum bagi elemen bangsa untuk memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan zaman. (*)
















Komentar