×
Banner Iklan

Anggaran Pendidikan Rp769 Triliun, Prabowo Perkuat Riset dan Beasiswa Lewat Kerja Sama Inggris

19 Januari 2026 10:55 WIB
Penulis : Salman Alfarisi
Editor : Redaksi
Anggaran Pendidikan Rp769 Triliun, Prabowo Perkuat Riset dan Beasiswa Lewat Kerja Sama Inggris i

Jakarta, Celoteh.Online – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan luar negeri ke Inggris pada Minggu (18/1/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas pendidikan tinggi nasional, termasuk penguatan riset dan perluasan beasiswa.

Baca Juga : Prabowo: Keringat Pemulung Lebih Terhormat dari Dasi yang Mencuri Uang Rakyat

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa agenda pertama Presiden Prabowo di Inggris adalah pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

“Di London, Inggris, Presiden Prabowo akan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk membahas kesepakatan dalam beberapa kerja sama strategis, di antaranya dalam bidang ekonomi dan maritim,” kata Teddy melalui unggahan di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet.

Selain pertemuan bilateral, Presiden Prabowo juga dijadwalkan bertemu Raja Charles III. Dalam pertemuan tersebut, salah satu agenda yang dibahas adalah pelestarian alam dan lingkungan hidup.

“Presiden Prabowo akan mengadakan pertemuan dengan Raja Charles III, dengan salah satu agenda pembahasan terkait pelestarian alam dan lingkungan, serta konservasi gajah, bersama dengan sejumlah tokoh filantropi dunia lainnya,” lanjut Teddy.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie sebelumnya mengatakan bahwa Presiden Prabowo juga berencana berdialog langsung dengan kampus-kampus papan atas di Inggris untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, riset, serta pengembangan sains dan teknologi.

Baca Juga : Target Renovasi 60 Ribu Sekolah, Prabowo Gas Pol Perbaikan Pendidikan Nasional

“Kebetulan saya juga secara langsung mempersiapkan dengan Russell Group Universities,” ujar Stella di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Stella menjelaskan, kerja sama yang dibahas difokuskan pada Russell Group Universities, konsorsium yang menaungi 24 universitas paling bergengsi di Inggris.

“Jadi Bapak Presiden hanya ingin mendiskusikan dengan yang papan atas. Jadi tidak membawa universitas sembarangan dari luar. Hanya yang paling top sekali di luar untuk bisa ke Indonesia,” tuturnya.

Seiring dengan kunjungan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun dalam APBN 2026.

Untuk pendidikan tinggi, pemerintah mengalokasikan anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebesar Rp17,2 triliun bagi 1,2 juta mahasiswa.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOP PTN) sebesar Rp9,4 triliun untuk 201 PTN dan lembaga.

Program beasiswa yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp25 triliun.

Pemerintah juga menganggarkan tunjangan dosen non-ASN sebesar Rp32 triliun untuk 80.325 dosen, serta tunjangan guru dan dosen ASN serta tenaga pendidik senilai Rp82,9 triliun.

Baca Juga : Wabup Wajo Hadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Tegaskan Pendidikan untuk Semua

Stella menyampaikan bahwa mulai 2026 pemerintah kembali memberikan insentif finansial bagi dosen peneliti yang memperoleh hibah riset.

“Desember 2025 janji ini didepati dan sejak 2026 akan terdapat insentif finansial langsung kepada dosen peneliti yang memenangkan dana hibah riset dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi,” kata Stella.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo juga memutuskan penambahan dana riset perguruan tinggi sebesar Rp4 triliun, sehingga total dana riset menjadi Rp12 triliun.

“Oleh karena itu dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran riset sebesar Rp4 triliun,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026).

Pemerintah berharap dana riset tersebut dimanfaatkan untuk riset strategis, khususnya di bidang swasembada pangan, swasembada energi, dan industrialisasi hilirisasi.(*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga