Polisi Pastikan Kesiapan DVI Jika Korban Pesawat ATR 400 Ditemukan
Makassar, Celoteh.Online – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyiapkan langkah penanganan lanjutan apabila korban pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak berhasil ditemukan.
Salah satu fokus utama yang disiapkan adalah kesiapan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi korban secara profesional dan terukur.
Baca Juga : Pendaki Temukan Serpihan di Bulu Saraung, Aparat Lakukan Verifikasi Terkait Pesawat Hilang Kontak
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, tim DVI telah disiagakan sejak awal operasi pencarian dan akan langsung bergerak begitu proses evakuasi memungkinkan.
Penempatan tim DVI dilakukan dengan mempertimbangkan akses tercepat dari lokasi pencarian menuju fasilitas kesehatan.
“Kami sudah menyiapkan tim DVI dan rencananya besok tim sudah siap beroperasi,” ujar Djuhandhani saat ditemui di Kantor Basarnas Makassar, Sabtu (17/1).
Ia menjelaskan, Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Dody Sardjoto di Kabupaten Maros ditetapkan sebagai lokasi utama penanganan korban.
Pemilihan rumah sakit tersebut didasarkan pada kedekatannya dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sehingga memudahkan proses evakuasi melalui jalur udara.
“Tim DVI kami tempatkan di Rumah Sakit Angkatan Udara yang berada dekat dengan bandara,” katanya.
Djuhandhani menyebutkan, personel DVI yang disiapkan berasal dari gabungan Mabes Polri dan Polda Sulsel.
Koordinasi lintas satuan terus dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta prosedur identifikasi apabila korban ditemukan, baik dalam kondisi meninggal dunia maupun selamat.
Selain menyiapkan DVI, pihak kepolisian juga membuka komunikasi dengan keluarga korban.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pencocokan data antemortem apabila proses identifikasi sudah dapat dilakukan.
“Keluarga korban akan kami undang untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut,” ujar Djuhandhani.
Ia menegaskan, hingga saat ini kepolisian belum dapat memastikan waktu penemuan korban maupun lokasi pasti jatuhnya pesawat.
Namun demikian, seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian diminta tetap siaga dan tidak menghentikan upaya pencarian.
“Kalau ditanyakan kepastian waktu, yang jelas kami tidak akan pernah berhenti berupaya untuk mencari korban dan lokasi kejadian,” ucapnya.
Sementara itu, pencarian di lapangan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Basarnas, Polri, dan unsur terkait lainnya.
Fokus utama tetap pada penemuan titik lokasi yang dapat diidentifikasi secara pasti sebelum proses evakuasi dapat dilakukan.
Apabila korban berhasil ditemukan, skema evakuasi telah disiapkan dengan dua opsi, yakni menggunakan helikopter apabila kondisi cuaca memungkinkan atau melalui jalur darat apabila akses udara tidak memungkinkan.
Seluruh korban nantinya akan diarahkan ke RSAU dr. Dody Sardjoto untuk penanganan lanjutan.
Kapolda Sulsel juga memastikan pengamanan ketat akan dilakukan selama proses evakuasi dan identifikasi berlangsung.
Hal ini untuk menjaga kelancaran operasi kemanusiaan sekaligus memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar.
“Kami terus berkoordinasi dengan Panglima dan seluruh unsur di lapangan,” kata Djuhandhani.
Baca Juga : Pencarian Pesawat ATR 400 Difokuskan di Gunung Bulu Saraung, Posko SAR Didirikan di Tompobulu
Hingga Sabtu sore, belum ada laporan resmi terkait ditemukannya korban maupun badan pesawat.
Aparat menegaskan bahwa informasi yang disampaikan ke publik akan menunggu hasil verifikasi di lapangan dan perkembangan resmi dari tim pencarian.
Kontributor : Dwiki Luckinto Septiawan

















Komentar