Banner Iklan

Revitalisasi Danau Tempe Terhenti, DLH Wajo: Dari Rencana 36 Pulau Baru, Baru Tiga yang Terealisasi

2 September 2026 09:10 WIB
Penulis : MUH. NUR
Editor : Salman Alfarisi
Revitalisasi Danau Tempe Terhenti, DLH Wajo: Dari Rencana 36 Pulau Baru, Baru Tiga yang Terealisasi i

WAJO – CELOTEH.ONLINE – Pengerjaan revitalisasi Danau Tempe yang dimulai sejak 2018 disayangkan harus terhenti.

Dari rencana pengerukan yang disebut akan menghasilkan sekitar 36 pulau baru, hingga pekerjaan terhenti pada 2019, baru sekitar tiga pulau yang terealisasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, A. Fakhrul Rijal B, ST, MM.

Menurut Fakhrul, revitalisasi Danau Tempe pada awalnya direncanakan berlangsung selama kurang lebih lima tahun untuk menyelesaikan seluruh tahapan pekerjaan.

“Kalau tidak salah, dari rencana 36 pulau yang akan terbentuk melalui pengerukan, baru sekitar tiga pulau yang terealisasi. Sangat disayangkan kalau program sebesar ini tidak dilanjutkan,” ujarnya.

Ia menilai, apabila revitalisasi tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan rencana awal, manfaatnya akan sangat besar bagi kelestarian Danau Tempe maupun masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada kawasan tersebut.

Pandangan itu juga tidak terlepas dari latar belakang pendidikan Fakhrul. Selain merupakan lulusan S1 Arsitektur dan S2 Magister Manajemen, ia juga pernah menempuh pendidikan S2 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).

Dari perspektif arsitektur dan perencanaan wilayah, Fakhrul melihat pengerukan dan penataan Danau Tempe tidak semata-mata sebagai upaya mengangkat sedimentasi, tetapi dapat menjadi bagian dari penataan kawasan danau secara terpadu dan berkelanjutan.

“Kalau dilihat dari perspektif arsitektur dan perencanaan wilayah, pengerukan danau yang dilakukan secara terencana dapat memberikan banyak manfaat. Selain mengembalikan fungsi badan air, material hasil pengerukan dapat dimanfaatkan untuk membentuk dan menata pulau-pulau baru yang kemudian dapat dikembangkan sebagai bagian dari kawasan ekowisata,” jelasnya.

Menurutnya, apabila dirancang berdasarkan kajian yang matang serta dikelola dengan baik, keberadaan pulau-pulau tersebut berpotensi dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau, kawasan konservasi, habitat berbagai jenis satwa dan ikan, hingga destinasi wisata berbasis lingkungan.

Di sisi lain, pengerukan yang dilakukan secara tepat juga diharapkan dapat membantu mengurangi dampak pendangkalan akibat sedimentasi, memperbaiki fungsi perairan, menjaga keseimbangan ekosistem danau, serta mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat yang menggantungkan kehidupannya dari Danau Tempe.

“Seandainya ini dirampungkan, manfaatnya akan luar biasa. Tetapi tentunya harus dilakukan berdasarkan kajian teknis, lingkungan dan tata ruang yang matang agar revitalisasi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi Danau Tempe,” tuturnya.

Fakhrul berharap pemerintah kembali memberikan perhatian terhadap keberlanjutan revitalisasi Danau Tempe.

Menurutnya, program yang telah dimulai tersebut perlu dikaji kembali dan, jika memungkinkan, dilanjutkan secara bertahap dengan pendekatan yang lebih terpadu.

“Danau Tempe bukan hanya persoalan air dan ikan, tetapi juga menyangkut lingkungan, tata ruang, ekonomi, sosial dan masa depan masyarakat. Karena itu, penataannya harus dipikirkan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga