Bank Masih Rem Rem Kredit UMKM, Bhima Celios Minta Pemerintah Turun Tangan
Jakarta, Celoteh.Online – Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai penyaluran kredit perbankan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih berjalan hati-hati meski likuiditas perbankan tergolong longgar.
Sepanjang 2025, perbankan memperoleh tambahan likuiditas lebih dari Rp200 triliun.
Baca Juga : HUT ke-65 Bank Sulselbar, Bupati Wajo Dorong Peran Bank Daerah Untuk Peningkatan UMKM
Namun, kredit ke UMKM, terutama di luar skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), dinilai belum optimal dan berdampak pada tingginya bunga kredit komersial.
“Penurunan suku bunga kredit di luar KUR juga mendesak agar beban biaya bunga atau cost of financing bisa terjangkau UMKM,” ujar Bhima, dikutip dari inilah.com, Senin (19/1/2026).
Bhima juga mendorong pemerintah mengambil peran lebih aktif untuk memperluas akses pembiayaan UMKM, termasuk melalui perluasan penerima KUR dan optimalisasi program berskala besar agar melibatkan produk UMKM lokal.
Baca Juga : Pemkot Makassar dan Bank Mandiri Bahas Penataan Kawasan Karebosi Terintegrasi
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Januari 2026 mencatat, kredit perbankan pada November 2025 tumbuh 7,74 persen (year on year/yoy) menjadi Rp8.314,48 triliun.
Sebaliknya, kredit UMKM justru terkontraksi 0,64 persen.(*)


















Komentar