Kekuatan Massa dalam Kampanye Pilkada Wajo 2024

Show force atau unjuk kekuatan dalam kampanye dialogis yang dilakukan oleh kedua pasangan calon bupati Wajo 2024, pasangan nomor urut 1, Andi Rosman dan dr. Baso Rahmanuddin dengan tagline “Ar-Rahman,” serta pasangan nomor urut 2, incumbent Amran Mahmud dan Amran SE dengan tagline “Pammase Berlanjut,” memperlihatkan tingginya tensi dan antusiasme masyarakat dalam mendukung masing-masing kandidat. Dengan masa pencoblosan yang semakin dekat, strategi ini menjadi salah satu cara efektif untuk menunjukkan dukungan dan popularitas masing-masing calon.

Di Kecamatan Tanasitolo, pasangan Ar-Rahman menggelar kampanye dialogis dengan menghadirkan ribuan massa, yang menunjukkan kuatnya daya tarik mereka,

khususnya di desa Pakkanna. Hal ini bisa menjadi sinyal bagi kubu Ar-Rahman bahwa mereka memiliki pengaruh kuat di wilayah tersebut dan mampu menggerakkan massa yang besar. Di sisi lain, pasangan Pammase Berlanjut mengumpulkan massa yang besar di Kecamatan Belawa, menunjukkan bahwa pasangan incumbent masih memiliki basis dukungan yang kokoh di kalangan masyarakat setempat.

Namun, show force seperti ini bukan tanpa tantangan. Massa besar tidak selalu mencerminkan angka dukungan nyata pada saat pemilihan, karena dukungan nyata akan bergantung pada persepsi masyarakat terhadap rekam jejak, program kerja, dan kredibilitas kandidat. Show force memang efektif membangun kesan “kekuatan” dukungan, tetapi tetap diperlukan pendekatan yang lebih dalam untuk mempengaruhi hati dan pikiran pemilih agar dukungan tersebut benar-benar terealisasi di bilik suara.

Di sisi lain, strategi show force ini bisa menjadi pisau bermata dua jika tidak diimbangi dengan kampanye yang substansial dan program yang realistis. Warga Wajo tidak hanya ingin melihat massa yang banyak, tetapi juga ingin mendengar program konkret yang bisa membawa perubahan positif bagi kesejahteraan mereka. Kampanye dialogis semestinya dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan visi, misi, serta solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Wajo.

Dengan sisa waktu kurang lebih 23 hari menuju masa pencoblosan, kedua pasangan calon sebaiknya tidak hanya fokus pada show force tetapi juga memperkuat dialog yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *