Banner Iklan

ECO ACTION 2026: HMI Badko Sulsel dan Pelindo Memperkuat Kolaborasi Ekologis untuk Keberlanjutan Lingkungan Pesisir dan Maritim Sulawesi Selatan

26 Oktober 2026 17:39 WIB
Penulis : Salman Alfarisi
Editor : Redaksi
ECO ACTION 2026: HMI Badko Sulsel dan Pelindo Memperkuat Kolaborasi Ekologis untuk Keberlanjutan Lingkungan Pesisir dan Maritim Sulawesi Selatan i

MAROS — CELOTEH.ONLINE — Bidang Lingkungan Hidup Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Pelindo menyelenggarakan ECO ACTION 2026: Green Legacy, Local Energy melalui kegiatan penanaman mangrove di Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi kolaboratif dalam mendukung konservasi ekosistem pesisir dan memperkuat kesadaran ekologis di kawasan maritim Sulawesi Selatan.

Secara ilmiah, ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis yang signifikan, antara lain sebagai penyangga kawasan pesisir, habitat bagi berbagai organisme, penyimpan karbon, serta pendukung stabilitas sedimen. Keberadaan mangrove juga berkontribusi terhadap pengurangan risiko erosi pada kawasan yang memiliki karakteristik ekologis sesuai.

Oleh karena itu, perlindungan dan rehabilitasi mangrove merupakan bagian penting dari strategi pengelolaan wilayah pesisir yang berorientasi pada keberlanjutan.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup Badko HMI Sulsel, Ahmad Musawir Saleh, menjadi bagian dari upaya mendorong gerakan mahasiswa yang tidak berhenti pada produksi wacana, tetapi berorientasi pada praksis ekologis. Dalam perspektif gerakan intelektual, kepedulian lingkungan harus dibangun melalui perpaduan pengetahuan ilmiah, kesadaran kritis, dan tindakan kolektif yang memberikan manfaat bagi keberlanjutan ekosistem.

Kolaborasi dengan Pelindo merefleksikan pentingnya pendekatan multipihak dalam tata kelola lingkungan. Kompleksitas persoalan pesisir menuntut sinergi antara organisasi kemahasiswaan, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menempatkan dimensi ekonomi, sosial, dan ekologis sebagai unsur yang harus dikelola secara proporsional.

Ketua Panitia, Iqra Muslim Said, melalui pelaksanaan ECO ACTION 2026 turut mendorong penguatan partisipasi kolektif dalam pelestarian lingkungan. Penanaman mangrove tidak semestinya dipahami sebatas aktivitas penghijauan, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun tanggung jawab antargenerasi terhadap perlindungan sumber daya alam dan keberlanjutan ekosistem pesisir.

Lebih jauh, efektivitas rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh kesesuaian lokasi, kondisi hidrologi, pemilihan spesies, pemeliharaan, dan tingkat kelangsungan hidup tanaman. Dengan demikian, keberlanjutan program perlu ditopang oleh pemantauan dan evaluasi agar manfaat ekologisnya dapat dinilai secara objektif.

Melalui ECO ACTION 2026, Badko HMI Sulsel dan Pelindo diharapkan dapat memperkuat kolaborasi ekologis yang berkelanjutan sekaligus memperluas kesadaran publik bahwa perlindungan lingkungan pesisir merupakan tanggung jawab bersama. Gerakan ini menegaskan bahwa pembangunan maritim tidak cukup diukur melalui pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui kemampuan menjaga daya dukung lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga