Banner Iklan

Panen Tembus Rp64 Miliar, Bupati Sidrap Sebut Maulid di Pitu Riase Momentum Syukur di Tengah Kemarau

12 September 2026 22:08 WIB
Penulis : Imam Ismail
Editor : Salman Alfarisi
Panen Tembus Rp64 Miliar, Bupati Sidrap Sebut Maulid di Pitu Riase Momentum Syukur di Tengah Kemarau i

SIDRAP – CELOTEH.ONLINE – Maulid di Bila Riase Jadi Momentum Syukur atas Panen di Tengah El Nino

Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW begitu terasa di Desa Pitu Riase, Kecamatan Pitu Riase, Jumat (11/9/2026) malam. 

Tabligh Akbar Tingkat Desa digelar di Jalan Poros Barukku-Compong, tepatnya di Masjid Mujahidin, dan diikuti ribuan jamaah.

Kegiatan dihadiri langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Ketua PKK Haslindah Syaharuddin, pejabat pemda, Camat dan Forkopimcam Pitu Riase, kepala desa, kepala sekolah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Sejak sore hari, Jalan Poros Barukku-Compong sudah dipadati warga. Jalan utama desa ditutup sementara dan disulap menjadi panggung utama untuk pelaksanaan tabligh akbar.

Dalam sambutannya, Bupati Sidrap menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa dan seluruh panitia yang telah sukses menggelar peringatan Maulid.

Ia selanjutnya mengutarakan, di tengah kemarau El Nino, sejumlah daerah lain mengalami dampak kekeringan. 

“Tapi Alhamdulillah di Bila Riase semuanya sudah panen,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, nikmat besar ini harus dibarengi dengan rasa syukur, meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Kalau ini kita jaga, Insya Allah Bila Riase semakin sejahtera. Masyarakatnya semakin kuat ibadahnya, anak sekolahnya semakin tinggi, dan semakin banyak orang Bila Riase yang bisa beli mobil dan beli emas,” lanjutnya.

Bupati menekankan hasil melimpah ini adalah buah dari kerja keras, tetesan keringat, serta doa orang tua, istri, dan anak di rumah maupun di masjid.

“Ini hasil jerih payah kita yang halal. Doa istri, doa anak diijabah. Maka kita harus terus memperkuat keimanan dan kepercayaan diri lewat kegiatan keagamaan. Dulu di Bila Riase kalau ada acara belum terlalu kompak dengan kegiatan keagamaan. Sekarang Alhamdulillah sudah,” katanya.

Bupati menyebut selama 1 tahun 8 bulan memimpin, ia lebih banyak turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi masyarakat.

“Saya senang sekali. Luar biasa hasil panen kita ini walaupun kemarau El Nino. Sidrap menanam 51.000 hektare, yang berhasil panen 92 persen. Yang gagal hanya 8 persen,” jelasnya.

Ia mencontohkan di perbatasan Lagading-Bila Riase ada yang gagal dan ada yang berhasil. Untuk mengantisipasi tahun depan, Pemkab Sidrap akan menyiapkan bantuan teknologi pertanian.

“Tahun ini dan tahun depan saya akan persiapkan agar di bagian atas Bila Riase, Bila Riawa, Lagading tidak lagi terdampak kemarau. Kita tahu masalahnya,” tegas Bupati.

Dari 51.000 hektare, yang gagal sekitar 4.000 hektare lebih. Angka ini jauh lebih baik dibanding daerah lain yang gagalnya bisa mencapai 80 persen.

“Ini karena kita orang Sidrap bergerak sesuai perintah Allah SWT. Lewat kegiatan Maulid ini adalah momentum luar biasa. Bukan hanya Bila Riase, semua desa di Sidrap sudah melakukan hal yang sama. Kalau ini kita teruskan 5 tahun ke depan, maka Allah SWT betul-betul menurunkan berkah kepada kita semua,” ujarnya.

Bupati memaparkan peningkatan produktivitas pertanian Sidrap yang signifikan.

“Dulu awal saya jadi Bupati hasil panen kita hanya sekitar 7-8 ton. Tahun 2025 kita kompak, Alhamdulillah panen baru-baru ini rata-rata 10 ton. Itu sama dengan Rp77 juta per hektare. Bandingkan 2024 hasilnya hanya Rp34 juta,” ungkapnya.

Khusus Desa Bila Riase, dengan luas sawah sekitar 420 hektare ditambah cetak sawah baru 140 hektare, potensi hasilnya sangat besar.

“Kalau 420 hektare dikali 10 ton, hasilnya 4,2 juta kilogram. Kalau per hektare Rp77 juta, maka sekali panen hasilnya kurang lebih Rp32 miliar. Kalau 2 kali panen jadi Rp64 miliar. Ini hasil kerja keras kita,” hitung Bupati.

Saat ini juga sedang dipersiapkan IP 300 di lahan 55 hektare. Targetnya ke depan seluruh 420 hektare di Bila Riase bisa IP 300.

Untuk mengantisipasi kekeringan, Bupati telah menyiapkan program Jaringan Irigasi Air Tanah di wilayah Lagading dan arah Bila Riawa.

“Anggarannya 1,7 miliar per titik, dikali 3 titik jadi Rp5,4 miliar. Kedalaman pengeboran 100 meter, nanti menampung 32 meter kubik. Khusus untuk menangani sawah tadah hujan,” jelasnya.

Selain itu, bantuan cetak sawah di Bila Riase sudah mencapai 140 hektare dengan nilai bantuan sekitar Rp4,9 miliar.

Di bidang infrastruktur, Bupati juga menyebut akhir September 2026 akan dikerjakan Jalan Bila Riase-Botto. Selanjutnya akan disambung tahun depan dari Bendungan ke Betao Riase. Tujuh dusun Tanah Toro dan Betao Riase juga sudah mulai dirapikan.

“Untuk pendidikan juga kita siapkan semua. Saya mau anak-anak Sidrap semuanya berhasil, dan untuk berhasil harus tinggi sekolahnya. Jalan yang punya kebun nanti bersihkan rumputnya, saya akan kasih lampu jalan supaya orang ke Lagading serasa ada di Kota Pangkajene,” pungkas Bupati. (*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga