Banner Iklan

IPPK Wajo Bentuk Majelis Taklim Nurul Ilmi Periode 2026-2031

10 September 2026 16:20 WIB
Editor : Salman Alfarisi
IPPK Wajo Bentuk Majelis Taklim Nurul Ilmi Periode 2026-2031 i

WAJO – CELOTEH.ONLINE – Ikatan Purna Karyawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Kabupaten Wajo membentuk dan mengukuhkan kepengurusan Majelis Taklim Nurul Ilmi periode 2026-2031 dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Wajo. 

Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat pembinaan keagamaan, silaturahmi, serta peran organisasi purnakaryawan pendidikan dan kebudayaan melalui kegiatan keagamaan.

Pengukuhan Majelis Taklim Nurul Ilmi dilakukan oleh Ketua Majelis Taklim IPPK Provinsi Sulawesi Selatan,  Dra. Hj. Andi Tenriani, M.Si., dengan Hj. Megawati, S.Pd. sebagai ketua Majelis Taklim Nurul Ilmi IPPK Kabupaten Wajo. 

Selain pengukuhan majelis taklim, rangkaian kegiatan juga mencakup pengukuhan pengurus IPPK Ranting Kecamatan Tempe untuk masa bakti 2026-2031.

Pembentukan Majelis Taklim Nurul Ilmi IPPK Kabupaten Wajo ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus Majelis Taklim Nurul Ilmi IPPK Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 003/Kep/MT-IPPK/SLS/VIII/2026. 

Dalam keputusan yang ditetapkan di Makassar pada 26 Agustus 2026 tersebut, susunan pengurus Majelis Taklim Nurul Ilmi IPPK Kabupaten Wajo berlaku untuk masa bakti 2026-2031.

Susunan pengurus harian terdiri atas Hj. Megawati, S.Pd. sebagai ketua, Roslania, S.Pd sebagai wakil ketua, Hj. Indrayani, S.Pd. sebagai sekretaris, Talha, S.Pd. sebagai wakil sekretaris, Hj. Faridah Bandu, S.Pd. sebagai bendahara, dan Hj. Warda K., S.Pd. sebagai wakil bendahara. Kepengurusan tersebut juga dilengkapi bidang organisasi dan hubungan antarkecamatan, pendidikan, dakwah, sosial dan kemasyarakatan, serta usaha dan pemberdayaan.

Dalam prosesi pelantikan, Andi Tenriani meminta pengurus yang baru dilantik menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh sesuai janji yang telah diucapkan. 

“Saya berjanji akan bersungguh-sungguh melaksanakan program kerja Majelis Taklim Nurul Ilmi IPPK Kabupaten Wajo dengan sebaik-baiknya dan setulus-tulusnya,” demikian ikrar yang dibacakan para pengurus dalam prosesi tersebut.

Andi Tenriani mengatakan pengurus Majelis Taklim Nurul Ilmi memiliki tanggung jawab untuk membangun kebersamaan dan memperkuat kehidupan keagamaan di lingkungan keluarga besar IPPK. 

“Saling berpegangan tangan, saling rangkul merangkul perasaan yang sama lain bersama-sama membesarkan majelis taklim Nurul Ilmi IPPK,” kata Andi Tenriani dalam sambutannya.

Ia juga mendorong Majelis Taklim Nurul Ilmi IPPK Wajo tidak berhenti pada kegiatan tingkat kabupaten. 

Menurut dia, kepengurusan tersebut perlu segera mengembangkan majelis taklim di tingkat kecamatan dan membentuk kelompok-kelompok tadarus Al-Qur’an sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan.

“Dan saya mengikatkan harapan kepada keluarga besar IPPK Kabupaten Wajo bukan hanya Kabupaten Wajo tapi seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan dan keluarga besar Majelis Taklim Nurul Ilmi untuk menjadi keluarga Qurani,” ujar Andi Tenriani. 

Ia menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dengan mengajak suami, istri, dan anak-anak untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, IPPK Kabupaten Wajo juga mengukuhkan pengurus IPPK Ranting Kecamatan Tempe masa bakti 2026-2031. 

Berdasarkan keputusan pengurus cabang IPPK Kabupaten Wajo Nomor 024/IPPK/W/VIII/2026, pengurus ranting tersebut disahkan pada 28 Agustus 2026 dan diwajibkan menyampaikan laporan secara berkala kepada pengurus IPPK Kabupaten Wajo.

Drs. H. Jasman Juanda, M.Si., selaku Ketua IPPK Kabupaten Wajo dalam sambutannya menekankan kekompakan sebagai salah satu modal organisasi. 

Ia menyebut kebersamaan para pengurus menjadi kekuatan untuk memperluas keberadaan IPPK di berbagai wilayah Kabupaten Wajo, sekaligus menjaga hubungan antara pengurus kabupaten dan ranting.

Sementara itu, Ketua IPPK Provinsi Sulawesi Selatan, DR. KH. Nasiruddin Rasyid, M.Pd., dalam hikmah Maulid mengajak anggota IPPK meneladani Rasulullah Muhammad SAW dalam menjalankan amanah. 

Ia mengaitkan perjalanan kehidupan Rasulullah dengan pengalaman para purnakaryawan pendidikan yang tetap memiliki tanggung jawab untuk belajar, mengajar, dan berkontribusi di tengah masyarakat.

“Perintah pertama melalui wahyu adalah perintah belajar. Wahyu yang kedua turun adalah perintah mengajar,” kata Nasiruddin Rasyid. 

Menurut dia, pengalaman anggota IPPK sebagai insan yang pernah berkecimpung di dunia pendidikan menjadi modal untuk terus menjalankan semangat belajar dan mengajar meskipun telah memasuki masa purna tugas.

Nasiruddin juga menekankan pentingnya shalat sebagai salah satu bentuk keteladanan terhadap Rasulullah SAW. Ia mengutip pesan Nabi, “Ash-Sholatu ‘Ala Waqtiha,” yang dimaknainya sebagai pentingnya melaksanakan shalat pada waktunya.

Selain pengukuhan kepengurusan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi tersebut mengangkat tema “Cinta Rasul, Teladan dalam Kehidupan, Inspirasi untuk Kebaikan”. 

Rangkaian acara meliputi pembacaan Al-Qur’an, pelantikan dan pengukuhan pengurus, penyerahan pataka, sambutan, hikmah Maulid, doa, serta penutupan.

Nasiruddin Rasyid berharap keberadaan IPPK dan Majelis Taklim Nurul Ilmi dapat berkembang menjadi wadah kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. 

“Mudah-mudahan IPPK Sulawesi Selatan dan IPPK semua kabupaten berikut majelis taklimnya menjadi prasarana kegiatan yang bernilai amal jariyah di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Pengukuhan Majelis Taklim Nurul Ilmi IPPK Kabupaten Wajo sekaligus menandai dimulainya agenda pembinaan keagamaan dalam struktur organisasi IPPK. 

Setelah pengukuhan, pataka Nurul Ilmi diserahkan untuk dikembangkan tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga ke kecamatan-kecamatan di Kabupaten Wajo. (*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga