Banner Iklan

JMSI Sulsel Soroti Kelangkaan BBM dan LPG di Sulsel

9 September 2026 16:28 WIB
Editor : Salman Alfarisi
JMSI Sulsel Soroti Kelangkaan BBM dan LPG di Sulsel i

MAKASSAR – CELOTEH.ONLINE – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram (Kg) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan mendapat sorotan dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulsel.

Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dinilai mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang disebut masih lesu, kelangkaan kebutuhan energi tersebut dianggap semakin menambah beban warga.

Ketua Pengda JMSI Sulsel, Ilham Husen, bahkan menyebut kondisi kelangkaan BBM dan LPG yang terjadi saat ini sebagai salah satu situasi terparah yang pernah dirasakan masyarakat.

“Sepanjang Indonesia merdeka, ini paling parah, mobil antre di mana-mana dengan antrean panjang,” kata Ilham dalam keterangannya di Makassar, Rabu (8/9/2026).

Menurut Ilham, masyarakat kini harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari SPBU yang masih memiliki stok BBM. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan pengeluaran masyarakat.

“Kondisi ini mengganggu aktivitas ekonomi, memicu pemborosan waktu, dan meningkatkan beban biaya hidup. Kita dipaksa keliling mencari SPBU yang masih memiliki stok,” tegasnya.

Ia menilai persoalan tersebut menjadi semakin berat karena masyarakat sedang menghadapi tekanan ekonomi.

“Ekonomi masyarakat lesu, kini makin diperparah dengan antrean BBM, LPG dan ditambah mati lampu,” pungkasnya.

Ilham berharap persoalan ketersediaan BBM dan LPG segera ditangani sehingga masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang maupun kesulitan memperoleh kebutuhan energi.

Di tengah sorotan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan tengah mempercepat penyaluran LPG 3 Kg menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Kota Makassar menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian, bersama daerah penyangga seperti Kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto.

Pertamina memperkuat pasokan dengan memajukan jadwal penyaluran sekaligus menambah distribusi melalui mekanisme extra dropping hingga 130 persen dari penyaluran normal.

Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat ketersediaan LPG 3 Kg di tingkat pangkalan, khususnya di wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan.

Pertamina menyebut peningkatan kebutuhan LPG 3 Kg turut dipengaruhi aktivitas sektor pertanian di sejumlah daerah, termasuk Gowa, Takalar, dan Jeneponto. Aktivitas masyarakat menjelang dan saat momentum peringatan Maulid Nabi juga disebut ikut mendorong peningkatan konsumsi.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan percepatan distribusi dilakukan sebagai respons terhadap perubahan pola kebutuhan LPG 3 Kg di lapangan.

“Kami melakukan percepatan penyaluran dan extra dropping hingga 130 persen untuk memperkuat pasokan LPG 3 Kg di wilayah yang membutuhkan. Jadwal penyaluran juga kami majukan agar LPG dapat lebih cepat diterima masyarakat melalui pangkalan,” ujar Lilik.

Selain menambah volume distribusi, Pertamina juga memajukan jadwal penyaluran yang sebelumnya direncanakan dilakukan pada waktu berikutnya. Percepatan tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pasokan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.

Pertamina juga kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar menggunakan LPG 3 Kg sesuai dengan peruntukannya.

Delapan sektor usaha yang tidak diperbolehkan menggunakan LPG 3 Kg meliputi usaha batik, peternakan, tani tembakau, jasa las, restoran, perhotelan, binatu, serta usaha tani tanaman pangan bagi pelaku usaha yang telah memenuhi kriteria sesuai ketentuan.

Pelaku usaha yang masuk dalam kategori tersebut diarahkan menggunakan LPG nonsubsidi sesuai kebutuhan, salah satunya Bright Gas.

“Kami mengajak pelaku usaha yang masuk dalam sektor yang dilarang menggunakan LPG 3 Kg untuk beralih ke LPG non-subsidi seperti Bright Gas. Pemerintah daerah dan APH juga memiliki peran penting dalam menertibkan penggunaan LPG 3 Kg agar penyalurannya semakin tepat sasaran,” jelas Lilik.

Dengan adanya percepatan distribusi tersebut, Pertamina berharap pasokan LPG 3 Kg di wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan dapat segera diperkuat. Sementara masyarakat masih menunggu kondisi pasokan BBM dan LPG kembali normal agar aktivitas sehari-hari dan roda ekonomi tidak semakin terganggu. (*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga