Transformasi Filantropi: LAZISMU dan KADIN Wajo Gagas Inovasi ‘Sedekah Darah’
SENGKANG – CELOTEH.ONLINE – Sebuah terobosan baru dalam dunia kemanusiaan lahir dari diskusi santai antara dua tokoh penggerak di Kabupaten Wajo. Direktur LAZISMU Wajo, Sulaiman Nyampa, bersama Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Wajo, Darmawan Sanusi, resmi menggagas konsep “Sedekah Darah” sebagai inovasi sosial terbaru bagi masyarakat Bumi Lamaddukelleng.
Gagasan ini muncul dalam sebuah bincang santai yang berlangsung hangat di Sengkang (8/Januari/2026). Inovasi ini bertujuan untuk menggeser paradigma donor darah dari sekadar aktivitas kesehatan menjadi bagian dari gaya hidup filantropi (kedermawanan) yang bernilai ibadah.
Bukan Sekadar Donor, Tapi Sedekah

Direktur LAZISMU Wajo, Sulaiman Nyampa, menjelaskan bahwa terminologi “Sedekah Darah” dipilih untuk memberikan sentuhan spiritual pada aksi kemanusiaan tersebut.
“Selama ini kita terbiasa dengan sedekah harta. Padahal, ada sesuatu yang jauh lebih berharga di dalam tubuh kita yang bisa menyelamatkan nyawa orang lain, yakni darah. Melalui sinergi dengan KADIN, kami ingin menjadikan sedekah darah ini sebagai gerakan masif yang terorganisir,” ujar Sulaiman.
Sinergi Ekonomi dan Kemanusiaan
Ketua KADIN Wajo, Darmawan Sanusi, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, dunia usaha memiliki tanggung jawab sosial yang besar, dan ketersediaan stok darah adalah salah satu pilar vital dalam ketahanan kesehatan daerah.
“KADIN Wajo siap menjadi motor penggerak bagi para pelaku usaha dan UMKM untuk terlibat aktif. Kami ingin memastikan bahwa para pengusaha tidak hanya mengejar profit, tapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi melalui aksi nyata seperti Sedekah Darah ini,” tegas Darmawan.
Beliau menambahkan “Sedekah Darah” sebagai inovasi sosial terbaru bagi masyarakat Wajo, Bumi Lamaddukelleng dan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya
Poin Utama Inovasi Sedekah Darah:
Aksesibilitas: Menjemput bola melalui unit-unit usaha di bawah naungan KADIN dan jejaring LAZISMU.
Edukasi Berkelanjutan: Mengubah stigma takut donor menjadi semangat berbagi “Life-Saving Gift”.
Database Pendonor: Membangun sistem data pendonor yang lebih terintegrasi untuk kebutuhan darurat di Kabupaten Wajo.
Dampak bagi Masyarakat
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi atas seringnya terjadi krisis stok darah di RSUD setempat. Dengan menggandeng sektor bisnis (KADIN) dan lembaga zakat (LAZISMU), gerakan ini diprediksi akan menjadi model kolaborasi multistakeholder pertama di Sulawesi Selatan yang mengawinkan nilai ekonomi, religi, dan kemanusiaan dalam satu wadah.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera merumuskan nota kesepahaman (MoU) dan meluncurkan kegiatan perdana dalam waktu dekat. (*)

















Komentar