×
Banner Iklan

Hilang Kontak di Sulsel, Pesawat ATR 400 Digunakan KKP untuk Pengawasan Perairan

18 Januari 2026 11:04 WIB
Penulis : dwikiluckiantoseptiawan
Editor : Salman Alfarisi
Hilang Kontak di Sulsel, Pesawat ATR 400 Digunakan KKP untuk Pengawasan Perairan i

Makassar, Celoteh.Online – Pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, turut melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pesawat tersebut diketahui merupakan armada sewaan KKP yang digunakan untuk mendukung kegiatan pengawasan udara di sektor kelautan dan perikanan.

Baca Juga : KNKT Masih Kumpulkan Data Awal Terkait Pesawat ATR 400 yang Hilang di Maros

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, membenarkan bahwa pesawat yang hilang kontak tersebut tengah menjalankan misi rutin pengawasan saat kejadian.

Dalam keterangannya di Kantor Basarnas Makassar, Jalan Bandara Baru Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, ia menyampaikan bahwa keberadaan pesawat sewaan menjadi bagian dari strategi KKP dalam memperkuat pemantauan wilayah perairan. Sabtu (17/1)

Menurut Haeru, pengawasan udara menjadi pelengkap dari patroli laut yang selama ini dilakukan menggunakan kapal.

Pesawat digunakan untuk memantau aktivitas perikanan, wilayah budidaya, serta mendukung pengawasan sumber daya kelautan agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pesawat itu memang kami sewa untuk mendukung pengawasan rutin dari udara. Selain kapal, kami juga memanfaatkan sarana udara agar pengawasan bisa lebih luas dan cepat,” ujar Haeru dalam doorstop konferensi pers, Sabtu (17/1).

Dalam penerbangan tersebut, terdapat tiga orang penumpang yang merupakan personel KKP.

Sementara itu, sisanya adalah kru pesawat yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport. Haeru menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait sejak menerima informasi hilangnya kontak pesawat dari AirNav Makassar.

Ia menegaskan, KKP sepenuhnya menyerahkan proses pencarian dan evakuasi kepada Basarnas sebagai leading sector operasi SAR, dengan dukungan TNI, Polri, KNKT, serta instansi lainnya.

KKP, kata dia, fokus pada pendampingan internal dan koordinasi untuk memastikan data penumpang serta identitas personel yang berada di dalam pesawat tersampaikan dengan akurat.

“Kami terus berkoordinasi dengan Basarnas dan pihak terkait. Untuk teknis pencarian dan evakuasi sepenuhnya menjadi kewenangan tim SAR gabungan,” katanya.

Seiring berkembangnya informasi, KKP juga menyampaikan empati dan perhatian serius terhadap keselamatan seluruh awak dan penumpang.

Haeru menyebutkan bahwa kementeriannya telah menyiapkan langkah-langkah pendampingan bagi keluarga personel yang berada di dalam pesawat, sembari menunggu kepastian hasil pencarian.

Sementara itu, Basarnas Makassar memastikan bahwa operasi pencarian tetap berlangsung dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, mengingat lokasi dugaan berada di kawasan pegunungan Taman Nasional Bantimurung–Bulusaraung yang memiliki kontur ekstrem.

Baca Juga : Polisi Pastikan Kesiapan DVI Jika Korban Pesawat ATR 400 Ditemukan

Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara, bergantung pada kondisi cuaca.

Tim SAR gabungan juga telah menyiapkan skema evakuasi apabila korban ditemukan, dengan rencana membawa seluruh korban ke RSAU dr. Dody Sardjoto di Mandai, Kabupaten Maros, yang lokasinya berdekatan dengan Bandara Sultan Hasanuddin.

Kontributor : Dwiki Luckinto Septiawan

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga