BULUKUMBA – CELOTEH.ONLINE — Kerusakan parah jalan utama di Desa Manyampa, Kabupaten Bulukumba, memicu protes warga dengan cara tak biasa. Sejumlah lubang besar di badan jalan ditanami pohon pisang sebagai simbol kekecewaan atas kondisi infrastruktur yang dibiarkan rusak selama bertahun-tahun tanpa perbaikan berarti.
Jalan tersebut merupakan jalur vital penghubung Kecamatan Ujungloe dengan Kecamatan Bontotiro, Herlang, dan Kajang. Ruas ini bukan sekadar akses lokal, melainkan jalur utama aktivitas masyarakat lintas kecamatan. Namun di sejumlah titik, kondisi jalan berlubang besar dan menyempit hingga hanya menyisakan setengah badan jalan, sehingga rawan kecelakaan.
Setiap hari, warga harus melintasi jalan rusak tersebut untuk mengangkut hasil pertanian, mengantar anak ke sekolah, hingga membawa pasien ke fasilitas kesehatan. Kondisi ini kerap menyebabkan kerusakan kendaraan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ilham Jaya, Aktivis dan salah seorang warga Desa Manyampa, menegaskan bahwa aksi menanami lubang jalan dengan pohon pisang merupakan bentuk protes atas minimnya perhatian pemerintah daerah.
“Jalan ini bukan sekadar soal infrastruktur rusak, tapi simbol bagaimana masyarakat desa dipinggirkan dari perhatian pemerintah. Bertahun-tahun kami menunggu perbaikan, yang kami dapat hanya janji tanpa realisasi. Setiap hari kami bertaruh nyawa di jalan ini,” ujar Ilham, Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan, pembangunan seharusnya tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan. Menurutnya, masyarakat desa memiliki hak yang sama untuk menikmati akses jalan yang layak. Warga pun mendesak pemerintah daerah Bulukumba segera mengambil tindakan nyata, setidaknya melakukan rehabilitasi jika revitalisasi menyeluruh membutuhkan anggaran besar.
Keresahan warga Desa Manyampa dan pengguna jalan Ujungloe–Bontotiro kini semakin menguat. Protes simbolik tersebut menjadi sinyal keras adanya ketimpangan perhatian dalam pembangunan infrastruktur daerah. Warga berharap pemerintah daerah tidak lagi menutup mata dan segera merealisasikan perbaikan jalan sebelum kondisi semakin memburuk dan memakan korban.
(Penulis : Anas Padil)

