
BANTAENG – CELOTEH.ONLINE – Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) Komisariat Akom melontarkan kritik keras terhadap Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda PDAM) Bantaeng. Organisasi kemahasiswaan tersebut menuding adanya dugaan praktik “makelar proyek” yang melibatkan pimpinan PDAM dengan mencatut nama Bupati Bantaeng.
Ketua HPMB Komisariat Akom, Muhammad Rafli, mengatakan pihaknya menerima informasi terkait dugaan keterlibatan Direktur PDAM dalam menawarkan paket proyek kepada rekanan tertentu. Dalam praktik tersebut, disebutkan bahwa arahan proyek diklaim berasal langsung dari Bupati Bantaeng.
“Kami menyayangkan dugaan Direktur PDAM berperan sebagai penghubung atau makelar proyek, apalagi dengan mengatasnamakan Bupati sebagai tameng untuk melegitimasi tindakannya,” ujar Rafli dalam keterangannya, Sabtu (11/1/2026).
Menurut Rafli, jika dugaan tersebut benar, maka tindakan itu telah mencederai prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih dan berpotensi merusak citra Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Ia menilai, pejabat publik seharusnya fokus pada tugas pokok dan fungsi, bukan justru terlibat dalam praktik yang sarat kepentingan.
Atas dasar itu, HPMB Komisariat Akom menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak Direktur PDAM Bantaeng untuk memberikan penjelasan resmi terkait dugaan pencatutan nama Bupati dalam urusan proyek. Selain itu, Dewan Pengawas PDAM serta Inspektorat Daerah diminta segera turun tangan melakukan pemeriksaan.
HPMB juga meminta Bupati Bantaeng untuk memberikan pernyataan tegas agar namanya tidak disalahgunakan oleh oknum pejabat demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. “Ini penting untuk menjaga marwah dan integritas pemerintah daerah,” tegas Rafli.
Baca juga : UIM Tegaskan Pemecatan Dosen Amal Said Terpisah dari Proses Pidana
Ia menambahkan, tugas utama PDAM adalah memastikan pelayanan dan distribusi air bersih kepada masyarakat berjalan optimal. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, HPMB menilai pelayanan air di sejumlah wilayah perkotaan Bantaeng mengalami gangguan aliran. “Kami tidak ingin urusan teknis pelayanan terbengkalai karena pejabatnya sibuk mengurus bagi-bagi proyek,” tambahnya.
Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak Dirut PDAM Bantaeng, yang coba dikonfirmasi oleh awak media.
HPMB Komisariat Akom menegaskan akan terus mengawal persoalan ini. Mereka juga membuka kemungkinan menggelar aksi unjuk rasa apabila tidak ada tindak lanjut atau klarifikasi yang jelas dari pihak-pihak terkait atas dugaan tersebut. (Kontributor: Salman)

