Polsek Tanasitolo Klarifikasi Isu Tersangka Kabur, AKP Wahyuddin: Awalnya Masih Terduga
WAJO — CELOTEH.ONLINE– Polsek Tanasitolo angkat bicara terkait wacana yang berkembang di tengah masyarakat mengenai dugaan adanya tersangka yang melarikan diri saat hendak diamankan aparat kepolisian. 20/1
Kapolsek Tanasitolo, AKP Wahyuddin, menegaskan bahwa yang bersangkutan pada saat kejadian masih berstatus terduga, sehingga tidak serta-merta dilakukan penangkapan.
Baca juga : Polsek Bola Respon Cepat Laporan Warga, Intensifkan Patroli Malam
Menurut AKP Wahyuddin, setelah dilakukan koordinasi lanjutan dengan pihak Polres, diketahui bahwa kendaraan yang digunakan terduga merupakan hasil tindak pidana pencurian, sehingga yang bersangkutan akan dilakukan upaya penangkapan kembali sesuai prosedur hukum.
AKP Wahyuddin juga memaparkan kronologi lengkap kejadian tersebut.
Peristiwa bermula pada Minggu, 18 Januari 2026 sekitar pukul 22.30 WITA, saat Aiptu Taharuddin bersama Aipda Ahri Adam sedang melaksanakan piket di Mako Polsek Tanasitolo. Aiptu Taharuddin kemudian meminta izin keluar kantor untuk melaksanakan patroli.
Saat melintas di depan Kantor Desa Innalipu, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Aiptu Taharuddin melihat sekelompok pemuda yang sedang berkumpul. Ia singgah untuk mengambil dokumentasi kegiatan patroli dan berbincang dengan warga.
Warga menjelaskan bahwa mereka menemukan dinamo dan tabung gas kosong yang disimpan dalam karung di sebuah bengkel kosong di sekitar lokasi dan mencurigai barang tersebut sebagai hasil pencurian, mengingat maraknya kasus pencurian tabung gas di wilayah tersebut.
Saat ditanya apakah ada orang di lokasi penemuan barang, warga menjawab tidak ada, namun mereka mencurigai seorang pria berinisial A, yang sebelumnya tinggal di wilayah tersebut karena menikah, namun telah bercerai dengan mantan istrinya.
Karena tidak ada warga yang mengetahui keberadaan A, Aiptu Taharuddin menghubungi Aipda Ahri Adam untuk menyusul ke Desa Innalipu. Namun sebelum petugas lain tiba, salah seorang warga menyampaikan bahwa A sering terlihat di wilayah perbatasan Tanasitolo–Maniangpajo.
Aiptu Taharuddin kemudian menuju lokasi tersebut bersama tiga warga menggunakan dua sepeda motor.
Setibanya di lokasi, salah satu warga melihat A berada di sebuah Petrashop yang tidak aktif. Aiptu Taharuddin kemudian mendekati A seorang diri demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam percakapan tersebut, Aiptu Taharuddin menyampaikan bahwa A diminta ke kantor untuk klarifikasi terkait laporan yang masuk, yang disebutkan masih bersifat ringan. A menyetujui dan diminta membawa sepeda motornya untuk berboncengan menuju Mako Polsek Tanasitolo.
Baca juga : Aksi Pencurian Marak di Lempong–Bola, Dinamo Celup dan Tabung Gas Petani Jadi Sasaran
Namun, saat melintas di depan Kantor Desa Innalipu, A terlihat gelisah karena masih banyak warga yang berkerumun. Untuk menghindari potensi tindakan main hakim sendiri, Aiptu Taharuddin tidak berhenti dan melanjutkan perjalanan.
Sekitar beberapa ratus meter dari lokasi tersebut, tepatnya di jembatan depan masjid Kelurahan Mappadaelo, Kecamatan Tanasitolo, A tiba-tiba melompat dari sepeda motor dan melarikan diri.
Aiptu Taharuddin melakukan pengejaran, dibantu warga yang kemudian datang menyusul. Namun hingga pencarian dilakukan, terduga tidak berhasil ditemukan.
Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Kapolsek Tanasitolo. Adapun langkah yang telah dilakukan kepolisian yakni berkoordinasi dengan tim Resmob untuk menangkap kembali terduga, serta Kanit Reskrim telah melakukan permintaan keterangan terhadap sejumlah saksi di sekitar Desa Innalipu.
Polsek Tanasitolo menegaskan proses hukum akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mempercayakan penanganan perkara sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
(kontributor: Salman Alfarisi)
















Komentar