Kegiatan Sosial di Mamuju Tengah, 107 Anak di Karossa Ikut Khitanan Massal
MATENG – CELOTEH.ONLINE – Sebanyak 107 anak di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), mengikuti kegiatan sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis, Sabtu (28/03/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Karossa ini berlangsung sejak pagi hingga menjelang magrib.
Aksi sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara PC TIDAR Mamuju Tengah, Pemerintah Daerah Mamuju Tengah, BSMI Mamuju, dan BEM Universitas Wallacea.
Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Askary, S.Sos., M.Si, hadir langsung meninjau lokasi.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam hal akses kesehatan.
“Kegiatan ini sangat baik dan berdampak langsung bagi masyarakat Mamuju Tengah. Kami juga menghimbau kepada masyarakat, apabila ada yang sakit dan BPJS-nya tidak aktif, segera melapor ke dusun dan desa agar diteruskan ke pemerintah daerah untuk diproses,” ujar Askary.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperjuangkan hak kesehatan masyarakat dan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia yang terlibat.
Ketua PC TIDAR Mamuju Tengah sekaligus Anggota DPRD Dapil Karossa, Nuriman, SP., S.H, mengaku terharu atas antusiasme warga.
Menurutnya, kesehatan adalah hak dasar yang harus dirasakan hingga ke pelosok desa.
“TIDAR hadir bukan sekadar organisasi, tetapi sebagai gerakan nyata yang selalu berada di tengah masyarakat, mendengar, dan memberikan solusi. Kami ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga ke pelosok,” tegas Nuriman.
Senada dengan hal itu, Presiden Mahasiswa Universitas Wallacea, Asrullah, SH, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk pengabdian mahasiswa di luar ruang kuliah.
“Mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda, Dinas Kesehatan, Camat Karossa, Puskesmas Durikumba, serta PC TIDAR dan BSMI. TIDAR menjadi motor penggerak dari perencanaan hingga eksekusi,” kata Asrullah.
Sisi kemanusiaan juga ditonjolkan oleh tim medis dari BSMI Mamuju. Dr. Ns. Edi Purnomo, S.Kep., M.Kes., M.Kep, menyatakan bahwa kehadiran para relawan murni berdasarkan panggilan hati.
“Relawan BSMI hadir bukan untuk mencari bayaran, tetapi untuk menjemput keberkahan dan nilai kemanusiaan. Kami percaya, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya.
Kegiatan ini berhasil menjangkau masyarakat dari 11 desa di Kecamatan Karossa.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam membangun Mamuju Tengah yang lebih sehat melalui semangat gotong royong. (*)

















Komentar