Bupati Wajo Andi Rosman Dorong Ibu Rumah Tangga Kreatif Garap Potensi Ekonomi Bosara
WAJO – CELOTEH.ONLINE – Pemerintah Kabupaten Wajo terus berupaya memperkuat identitas daerah sebagai pusat ekonomi kreatif dan budaya di Sulawesi Selatan.
Selain dikenal sebagai “Kota Sutra” dan keindahan Danau Tempe, Bupati Wajo, Andi Rosman, kini mendorong kerajinan Bosara sebagai ikon baru yang memiliki daya tarik wisata sekaligus nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Andi Rosman saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Keterampilan Perempuan di Gedung PKK Kabupaten Wajo, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh TP-PKK Kabupaten Wajo ini fokus pada pelatihan merangkai dan menghias Bosara, simbol budaya Bugis yang digunakan untuk menjamu tamu.
Bupati Wajo, Andi Rosman menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata untuk menumbuhkan ekonomi kreatif dari unit terkecil, yaitu rumah tangga.
“Melalui pelatihan ini, kita mengharapkan bisa menumbuhkan kreativitas bagi masyarakat Wajo, bagi rumah tangga-rumah tangga, yang tentunya bisa menopang ekonomi rumah tangga yang menjadi program pemerintah daerah melalui PKK,” ujar Andi Rosman.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penerapan program yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi kerakyatan.
“Tentu besar harapan kami bahwa kegiatan ini bukan sifatnya seremoni, tetapi betul-betul menjadi penerapan (nyata),” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Wajo menargetkan hasil kerajinan Bosara yang estetik dapat menambah daya tarik daerah.
Ibu rumah tangga diharapkan mampu memproduksi Bosara yang memiliki nilai jual, sehingga menjadi sumber penghasilan tambahan.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi lokal di Wajo.
Fatmawati juga mengapresiasi upaya Pemkab Wajo dalam melestarikan budaya sembari memperkuat ekonomi kreatif.
Ia berjanji akan memberikan dukungan berupa pendampingan dan kurasi terhadap produk UMKM Wajo agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Wajo itu terkenal dengan sutranya. Tidak ada orang yang datang ke Wajo, keluar dari perbatasan Wajo tidak beli sutra dulu. Jadi ini (kreativitas budaya) harus kita kembangkan terus,” kata Fatmawati Rusdi.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Wajo, Sekda Wajo, para Camat, Lurah, serta pengurus PKK se-Kabupaten Wajo.
Acara ditutup dengan kunjungan Bupati dan Wakil Gubernur ke stan pameran hasil kreativitas PKK Kabupaten Wajo. (*)

















Komentar