
Wajo, Celoteh.Online – Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Wajo menegaskan kepada mitra agar tidak membeli gabah petani di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP).
Kepala Cabang Bulog Wajo, Farid Nur, mengatakan hal tersebut seiring perubahan skema pengadaan dari maklon ke komersil, setelah target nasional 3 juta ton pengadaan gabah tercapai.
Baca Juga : Bulog Wajo Berganti Pimpinan, Farid Nur Resmi Menjabat
“Kami diperintahkan dari pusat untuk berhenti sementara menyerap gabah petani karena target 3 juta ton sudah tercapai,” ujarnya.
Farid menjelaskan, meski skema maklon dihentikan, Bulog tetap melakukan pengadaan beras dengan cara komersil. Dalam pola ini, mitra Bulog membeli gabah langsung dari petani, menggilingnya menjadi beras, lalu hasilnya dibeli kembali oleh Bulog.
Baca Juga : Petani Jagung Sulit Tembus Gudang Bulog, Standar Ketat Bikin Harga HPP Jadi Ilusi
Menurut Farid, harga gabah dalam skema komersil tidak lagi ditentukan pemerintah, melainkan mengikuti mekanisme pasar melalui kesepakatan antara petani dan mitra.
Namun, ia menekankan bahwa mitra dilarang membeli di bawah HPP agar petani tetap terlindungi.
“Saat ini harga mengikuti mekanisme pasar. Tapi kami ingatkan, mitra Bulog tidak boleh membeli di bawah HPP,” tegasnya.(*)