×
Banner Iklan

Bacakan Sejarah HJW, Wakil Ketua DPRD Wajo, Andi Merly Iswita Ingatkan Akar Perjuangan dan Identitas Daerah

10 April 2026 02:04 WIB
Editor : Salman Alfarisi
Bacakan Sejarah HJW, Wakil Ketua DPRD Wajo, Andi Merly Iswita Ingatkan Akar Perjuangan dan Identitas Daerah i

WAJO — CELOTEH.ONLINE –  Di bawah sorot lampu ruang pola Kantor Bupati Wajo, suasana terasa berbeda dari hari-hari biasa. Kursi-kursi terisi penuh, para tamu undangan duduk dengan khidmat, sementara nuansa merah putih dari bendera yang berdiri tegak di sisi panggung seolah menjadi saksi bisu perjalanan panjang sebuah daerah yang sarat sejarah.

Di atas podium, Wakil Ketua I DPRD Wajo, Andi Merly Iswita, berdiri dengan tenang. Suaranya mengalun mantap, membelah keheningan ruang paripurna yang siang itu menjadi pusat peringatan Hari Jadi Wajo ke-627, Kamis, 9 April 2026. Tidak sekadar membacakan teks, setiap kalimat yang ia sampaikan seperti menghidupkan kembali jejak masa lalu yang telah membentuk identitas Wajo hari ini.

Politisi PAN itu memulai dari sebuah gagasan sederhana, namun penuh makna—sebuah ide yang lahir dari Bupati Wajo ke-8, Dahlan Maulana. Gagasan itu bukan hanya tentang menetapkan tanggal seremonial, melainkan tentang merawat ingatan kolektif sebuah masyarakat. Tentang bagaimana sejarah tidak boleh hilang ditelan zaman.

Ruang paripurna seakan berubah menjadi lorong waktu saat Andi Merly mengisahkan momentum penting pada 23 Januari 1995. Saat itu, ratusan tokoh dari berbagai latar belakang berkumpul dalam sebuah seminar di Ruang Batara. Budayawan, cendekiawan, tokoh agama, hingga generasi muda duduk bersama, berdebat, bertukar pikiran, dan merumuskan satu hal penting: hari apa yang pantas dikenang sebagai tonggak lahirnya Wajo.

Dari berbagai pandangan yang mengemuka, akhirnya satu tanggal dipilih dengan kesepakatan bulat—29 Maret. Bukan tanpa alasan. Tanggal itu menyimpan kisah heroik, saat La Maddukkelleng bersama rakyat Wajo berdiri tegak melawan penjajahan Belanda pada tahun 1741. Sebuah peristiwa yang bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang harga diri, keberanian, dan tekad untuk merdeka.

Di dalam ruangan itu, kisah tersebut terasa hidup. Seolah gema perlawanan masa lalu kembali bergaung, menyatu dengan semangat generasi masa kini yang hadir menyaksikan peringatan tersebut.

Sesaat setelah menuntaskan pembacaan sejarah, Andi Merly menutup dengan nada yang lebih hangat. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Wajo, sebuah pesan sederhana namun sarat harapan—agar daerah ini terus tumbuh tanpa melupakan akar sejarahnya.

Di kursi undangan, tampak deretan pejabat penting dari berbagai tingkatan. Kehadiran Gubernur Sulawesi Selatan, bersama sejumlah kepala daerah, anggota legislatif, hingga tokoh masyarakat, menambah khidmatnya acara. Namun lebih dari sekadar seremoni, peringatan ini menjadi ruang refleksi bersama—bahwa Wajo bukan hanya tentang masa kini, melainkan tentang perjalanan panjang yang dibangun dari semangat perjuangan.

Hari itu, Wajo tidak hanya merayakan usia. Ia sedang mengingat, meneguhkan, dan merawat identitasnya. Sebab dalam setiap cerita yang dibacakan, tersimpan pesan bahwa sebuah daerah yang besar adalah daerah yang tidak pernah lupa dari mana ia berasal.(Humas DPRD Wajo)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga