Anggaran Rp335 Triliun MBG, Pemerintah Dorong Produksi Pangan dan Lapangan Kerja

Anggaran Rp335 Triliun MBG, Pemerintah Dorong Produksi Pangan dan Lapangan Kerja

Jakarta, Celoteh.Online – Pemerintah mengalokasikan anggaran hingga Rp335 triliun untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-6 yang digelar di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga : Target Renovasi 60 Ribu Sekolah, Prabowo Gas Pol Perbaikan Pendidikan Nasional

Airlangga menjelaskan, skema pembayaran di awal dalam Program MBG dirancang untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan, meningkatkan partisipasi dunia usaha, serta menyalurkan stimulus ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.

“Program Makan Bergizi Gratis ini didukung alokasi APBN hingga Rp335 triliun, dengan skema pembayaran di awal yang menjaga keberlanjutan produksi, mendorong partisipasi dunia usaha, serta menyalurkan stimulus ekonomi besar ke tingkat akar rumput,” ujar Airlangga.

Menurutnya, implementasi Program MBG diharapkan berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja serta percepatan pertumbuhan ekonomi nasional sesuai dengan target pemerintah.

Baca Juga : Perkuat Jaringan Pengiriman Mobil, Antarmobil.id dan PT Pelni Pusat Bangun Kolaborasi Strategis

Selain Program MBG, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp164,4 triliun pada tahun 2026 untuk peningkatan produksi pertanian dan stabilitas stok pangan nasional.

Anggaran tersebut diperkuat dengan dukungan pemberdayaan UMKM senilai Rp181,8 triliun yang difokuskan di wilayah perdesaan.

“Dukungan anggaran ini diarahkan untuk penguatan produksi pertanian, stabilitas stok pangan, serta pemberdayaan UMKM, termasuk penguatan logistik dan Operasi Pasar Merah Putih,” kata Airlangga.

Pemerintah menegaskan penguatan ketahanan pangan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Baca Juga : Tanggapi Rilis Akhir Tahun Polri 2025, Pemuda Muslimin Indonesia Minta Polri Serius Perbaiki Citra

Sektor pertanian memiliki kontribusi sekitar 14,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hampir 29 persen tenaga kerja atau sekitar 40,7 juta orang.

Melalui berbagai program strategis tersebut, pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terjaga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelaku usaha di sektor pangan.(*)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *