
Wajo, Celoteh.Online – Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang menggelar kegiatan Ngaji Perdana Kurikulum Cinta dan Wisuda Tahfidz di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Sabtu (26/7/2025).
Kegiatan ini merupakan implementasi awal dari Kurikulum Cinta yang diluncurkan secara nasional oleh Kementerian Agama RI, serta menjadi momentum apresiasi bagi para santri penghafal Al-Qur’an yang telah menorehkan prestasi di berbagai bidang.
Baca Juga : Asrama Pondok Pesantren di Wajo Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta
Menteri Agama RI yang juga Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membentuk karakter spiritual melalui pembelajaran malam hari.

“Barang siapa yang ingin mencapai tempat yang paling terpuji, bangunlah di tengah malam. Pendidikan karakter paling efektif dilakukan saat langit terbuka dan hati bersih,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pesantren adalah tempat yang menggabungkan dimensi waktu dan tempat yang penuh keberkahan.
“Tempat mubarokah adalah yang dirawat dan dijaga, seperti masjid. Kurikulum Cinta mengajarkan bagaimana menyampaikan ilmu dengan cinta, mencintai semua makhluk Allah,” tambahnya.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag, menekankan bahwa pesantren seperti As’adiyah memiliki kontribusi historis yang kuat dalam pendidikan bangsa.

“Kita ingin pesantren tidak berdiri di luar sistem pendidikan nasional. Justru harus menjadi bagian penting dari sistem tersebut,” katanya.
Bupati Wajo, H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., menyatakan dukungannya terhadap eksistensi As’adiyah yang telah menjadi mercusuar keilmuan Islam.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan jati diri umat Islam. Pembangunan daerah tidak cukup hanya infrastruktur, tetapi harus diperkuat dengan nilai moral dan spiritual,” ucapnya.
Bupati juga menekankan pentingnya peran generasi Qur’ani sebagai penjaga iman di tengah masyarakat.

“Wajo memiliki 104 masjid dan 389 musholla. Ini adalah cermin kekuatan keimanan yang harus dijaga oleh generasi penghafal Al-Qur’an,” tegasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dirjen Pendidikan Islam, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kakanwil Kemenag Sulsel, Forkopimda, serta pejabat kabupaten.
Wisuda tahfidz menjadi bukti nyata kontribusi As’adiyah dalam mencetak generasi unggul yang telah menembus berbagai profesi, dari aparat penegak hukum hingga hakim.
(Kontributor : Salman Alfarisi)