Banner Iklan

Antrean BBM Mengular di  SPBU Sengkang,  Muncul Dugaan Bisnis  “Jasa Antre”

9 September 2026 15:19 WIB
Editor : Salman Alfarisi
Antrean BBM Mengular di  SPBU Sengkang,  Muncul Dugaan Bisnis  “Jasa Antre” i

WAJO — CELOTEH.ONLINE – Antrean kendaraan yang mengular hingga beberapa kilometer di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, menjadi pemandangan yang terjadi hampir setiap hari. 9 sep 2026.

Kondisi tersebut tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga menimbulkan keluhan warga yang tinggal di sekitar SPBU. Di sisi lain, masyarakat pengguna kendaraan mengaku kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi akibat panjangnya antrean.

Di tengah kondisi tersebut, muncul dugaan adanya aktivitas bisnis antre BBM yang dilakukan sejumlah warga.

Berdasarkan informasi yang diterima tim media Celoteh.Online, sejumlah pengantri yang diduga berperan sebagai pengepul atau fallansir menjadikan antrean BBM sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekali melakukan aktivitas antrean, seorang fallansir diduga dapat memperoleh keuntungan hingga ratusan ribu rupiah.

Keuntungan disebut berpotensi lebih besar apabila mampu mendapatkan jatah antrean hingga tiga atau empat kali dalam sehari di SPBU.

Aktivitas tersebut diduga dilakukan dengan memanfaatkan kendaraan yang telah disiapkan khusus untuk pengisian BBM dalam jumlah tertentu. Kendaraan yang digunakan disebut telah dilengkapi kran yang dapat dibuka untuk memudahkan proses pengeluaran BBM.

Selain itu, terdapat informasi mengenai penggunaan barcode dalam proses pembelian BBM bersubsidi. Namun, mekanisme dan pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas tersebut masih memerlukan penelusuran serta konfirmasi dari pihak terkait.

Antrean Jadi Sorotan
Fenomena antrean panjang BBM ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan distribusi BBM bersubsidi di Sengkang.

Pasalnya, keberadaan fallansir yang diduga telah bersiap dengan kendaraan, barcode, serta perlengkapan tertentu berpotensi memperpanjang waktu antrean dan semakin menyulitkan masyarakat yang hanya ingin mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

Panjang antrean juga berdampak langsung terhadap aktivitas warga. Kendaraan yang mengantre di badan jalan dapat menyebabkan arus lalu lintas tersendat, sementara warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar SPBU harus menghadapi kepadatan kendaraan hampir setiap hari.

DPRD Sudah Koordinasi dengan Pertamina
Persoalan antrean BBM di Wajo sebelumnya juga telah menjadi perhatian sejumlah anggota DPRD, baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

Beberapa kali dilakukan koordinasi dengan pihak Pertamina untuk mencari solusi terhadap persoalan distribusi dan antrean BBM bersubsidi. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, antrean panjang tersebut hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berkurang.

Bahkan, masyarakat menilai kondisi antrean justru semakin parah.

Pemerintah bersama Pertamina dan aparat terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola distribusi BBM bersubsidi di Sengkang, termasuk menelusuri dugaan praktik pembelian berulang dan aktivitas fallansir yang dinilai dapat merugikan masyarakat pengguna BBM bersubsidi.

Kepastian mengenai dugaan praktik tersebut tentunya membutuhkan pemeriksaan dan penjelasan resmi dari pihak Pertamina maupun instansi berwenang agar persoalan tidak berhenti pada informasi yang beredar di masyarakat.

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga