Tinjau Gudang Panaikang, Mentan Amran Pastikan Sulsel Banjir Stok Beras
MAKASSAR – CELOTEH.ONLINE – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan peninjauan langsung ke Kompleks Pergudangan Bulog Panaikang I, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Minggu (5/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mentan memastikan stok beras di Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini berada dalam kondisi melimpah, bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Berikut fakta-fakta terkait kondisi stok beras di Sulsel:
1. Stok Naik Dua Kali Lipat
Untuk pertama kalinya, stok beras di Sulsel mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, total stok yang tersebar di seluruh gudang Bulog Sulsel mencapai 761 ribu ton.
“Saat ini sudah 761 ribu ton. Naik drastis dari tahun lalu yang hanya 300 ribu ton. Dulu itu gudang di Sulsel penuh maksimal terisi 300 ribu ton,” ujar Andi Amran Sulaiman di sela peninjauannya.
2. Sewa Gudang Tambahan
Akibat kapasitas gudang Bulog yang sudah tidak mencukupi untuk menampung ledakan stok, pemerintah terpaksa menyewa gudang tambahan milik pihak swasta.
“Gudang di Kawasan Industri Makassar (KIMA) dan gudang di wilayah Kabupaten Maros disewa untuk menampung pasokan beras Bulog,” jelasnya.
3. Stok Nasional Menuju 5 Juta Ton
Kondisi melimpahnya beras tidak hanya terjadi di Sulsel.
Secara nasional, Mentan menyebut stok beras sudah menyentuh angka 4,5 juta ton dan diprediksi akan segera mencapai 5 juta ton.
“Sekarang sudah sewa gudang untuk menampung 2 juta ton,” tambah Amran kepada awak media.
4. Optimisme Swasembada Pangan
Berdasarkan tren positif ini, Amran menegaskan bahwa target Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia negara swasembada pangan dapat terealisasi dalam waktu dekat.
“Nda usah diragukan arahan bapak Presiden, program utama bisa menaikkan pangan dalam waktu singkat hanya 1 tahun,” tegas pria asal Bone tersebut.
Kenaikan stok yang signifikan ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi ketahanan pangan nasional, dengan Sulawesi Selatan sebagai pilar utamanya. (*)


















Komentar