×
Banner Iklan

Operasi SAR Hari Kedua di Maros – Pangkep: Badan Pesawat IAT Ditemukan, Evakuasi Masih Tertunda Cuaca

18 Januari 2026 11:52 WIB
Penulis : Salman Alfarisi
Editor : Redaksi
Operasi SAR Hari Kedua di Maros – Pangkep: Badan Pesawat IAT Ditemukan, Evakuasi Masih Tertunda Cuaca i

Makassar, – Celoteh.Online – Tim SAR gabungan terus memperkuat operasi pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan.

Operasi hari kedua ini melibatkan ratusan personel dari TNI, Basarnas, Polri, dan unsur terkait lainnya, yang dibagi ke dalam beberapa sektor untuk mempercepat pencarian.

Baca Juga : Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat di Wilayah Sulsel, Operasi Pencarian Terus Diperluas

Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan jumlah personel meningkat signifikan dari 170 menjadi 476 orang.

Posko utama pencarian hari ini dipindahkan ke Kantor Desa Tompobulu, Pangkep, untuk memudahkan koordinasi tim di lapangan.

“Tim dibagi menjadi lima sektor utama agar pencarian lebih terarah. Satu tim khusus diterjunkan ke puncak gunung untuk melakukan asesmen awal menggunakan drone sebelum tim evakuasi bergerak lebih jauh,” ujar Andi Sultan. Informasi ini diperoleh pada Minggu (18/1).

Dalam pelaksanaan pencarian darat, tim menyesuaikan strategi dengan kondisi medan yang curam dan berisiko tinggi.

Baca Juga : Awan Tebal dan Kabut Batasi Pencarian Udara Pesawat ATR 400 di Maros

Tim yang diterjunkan ke puncak Gunung Bulusaraung memanfaatkan drone untuk meninjau area sebelum evakuasi dilakukan.

Andi menekankan bahwa keselamatan tim menjadi prioritas utama, dan setiap kelompok diwajibkan membawa radio komunikasi (HT) serta melakukan koordinasi ketat.

“Tim satu akan menuju puncak untuk menerbangkan drone, sebagai asesmen kondisi di bawah,” kata Andi.

Drone dianggap vital karena area yang diduga lokasi jatuhnya pesawat curam dan belum dapat dipastikan aman untuk turun secara manual.

Tim juga mempertimbangkan penggunaan teknik rappelling jika diperlukan untuk mencapai dasar jurang yang dicurigai sebagai lokasi serpihan pesawat.

Selain itu, sistem komunikasi diperkuat dengan pemasangan repeater HT dan penggunaan perangkat Starlink portable untuk memastikan koordinasi tim berjalan lancar.

Alat komunikasi ini juga mendukung pertukaran informasi real-time antara posko di Tompobulu dan tim yang bergerak di medan pegunungan.

Baca Juga : Tim SAR Bagi Sektor Pencarian, Helikopter Caracal dan H-630 Dikerahkan di Pegunungan Maros

Pencarian hari kedua juga mencakup pengawasan jalur udara. Helikopter Caracal TNI Angkatan Darat dan H-630 TNI Angkatan Udara dijadwalkan melakukan patroli di titik-titik yang sulit dijangkau tim darat, dengan fokus pada puncak dan area utara Gunung Bulusaraung.

Tim SAR berharap kombinasi pencarian darat dan udara dapat mempercepat identifikasi serpihan pesawat dan lokasi korban.

Koordinasi antarinstansi tetap menjadi kunci operasi. Selain Basarnas dan TNI, Polri dan tim DVI juga siap mendukung evakuasi korban jika ditemukan.

Semua langkah diambil dengan memperhatikan keselamatan tim dan ketepatan pencarian, mengingat medan yang sulit serta kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.

Hingga saat ini, pencarian terus berlangsung dan tim akan tetap berada di lapangan hingga titik lokasi korban atau serpihan pesawat dapat diidentifikasi secara pasti.(*)

Tags:

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Terkait

Rekomendasi Lain

Infografik

Infografik 1
Infografik 2

Baca Juga